Seni Islam mulai dicari kolektor di bursa-bursa lelang. Menurut Calude Piening, direktur senior balai lelang Sotheby's, tren ini muncul sejak lima tahun lalu, dan mencapai puncaknya tahun ini. "Pasar seni orientalis sangat kuat dan merupakan daerah yang semakin terkonsentrasi oleh kolektor Barat. Seni orientalis, khususnya pasar Seni Islam telah menunjukkan kekuatan besar selama lima tahun terakhir," jelasnya.
Menurutnya, minat Barat mempelajari Islam dan kejayaannya di abad pertengahan menjadi salah satu pemicunya. "Ini bukan hanya kekuatan uang mereka. Alasannya adalah bahwa orang-orang telah menyadari nilai dari karya-karya dokumenter. Mereka tahu bahwa lukisan-lukisan ini adalah dokumen-dokumen sejarah paling otentik yang menunjukkan bagaimana bagian dunia ini tampak seperti sebelum munculnya fotografi di wilayah ini. Lukisan-lukisan ini adalah satu-satunya catatan yang menunjukkan kawasan itu tampak seperti pada awal abad 18, "katanya.<>
Berbarengan dengan tumbuhnya minat itu, maka harga karya seni Islam ikut terdongkrak. Bila pada tahun 1985 satu karya seni laku terjual 50 ribu dolar AS, maka tahun ini meroket antara 400 ribu hingga 600 ribu dolar AS untuk karya yang sama. Pada tahun 2008, rumah-rumah lelang internasional menjual total senilai 70 juta dolar AS untuk karya seni Islam.
Indikasi lain tingginya minat terhadap seni Islam, kata harian The Peninsula yang terbit di Qatar, agen-agen seni di Barat banyak yang datang ke Qatar untuk membeli artefak. "Ada peningkatan permintaan untuk karya seni Islam di Qatar," tulis media ini.
Bahkan kata Piening, selama resesi global, permintaan dan harga tak mengalami penurunan. "Kami menemukan untuk kualitas terbaik tetap terjual dengan harga tinggi. Namun pembeli lebih selektif," ujarnya.
Dalam lelang mendatang di New York, Piening menyatakan Sotheby's mempunyai ekspektasi tinggi untuk karya seni Islam. "Ada kepercayaan yang tumbuh di antara pembeli, dan kami akan menawarkan yang terbaik," ujarnya. (syf)
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
5
Rupiah Terus Melemah, Anggota DPR Minta Gubernur BI Mundur dari Jabatan
6
Pesantren Didorong Jadi Benteng Perlindungan Anak dan Perempuan di Tengah Perkembangan AI
Terkini
Lihat Semua