Jakarta, NU Online
Kedutaan Besar Arab Saudi menyatakan air zamzam dalam kemasan aman dikonsumsi. Pernyataan itu disampaikan setelah sempat beredar kabar air zamzam tak layak diminum karena mengandung racun. Kesimpulan itu merupakan hasil analisis dan uji klinis yang dilakukan Maret 2011 oleh Laboratorium Kelompok Carso-LSEHL di Lyon, Prancis.
Carso, dalam siaran pers dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Indonesia hari ini, Selasa, 24 Mei 2011, menyatakan uji standar kemurnian air zamzam dilakukan menggunakan sampel air yang bersumber dari sumur zamzam di Mekkah, Arab Saudi. Dari situ diperoleh hasil, air zamzam dalam kemasan yang beredar layak dikonsumsi manusia.<>
Sebelumnya, tersiar kabar air zamzam dalam kemasan yang beredar di Inggris mengandung zat berbahaya sehingga tak aman diminum. Untuk menjawab isu yang simpang-siur, Kedutaan Arab Saudi memilih melakukan tes laboratorium.
Kedutaan sekaligus menegaskan, air zamzam yang dalam kemasannya tertulis bersumber dari Mekkah, memang betul berasal dari kota suci umat Islam itu. Air zamzam didistribusikan melalui proyek Zam-Zam Penjaga Dua Kota Suci, Raja Abdullah bin Abdulaziz, di bawah pengawasan Departemen Air dan Listrik. Proyek senilai 700 juta riyal Saudi diresmikan pada September 2010 atas nama Raja.
Air zamzam yang didistribusikan diklaim sudah sesuai standar tertinggi kemurnian internasional sebelum dikemas di dalam botol. Adapun proyek pembotolan memanfaatkan tenaga kompresor udara, gudang untuk kemasan air alami, dan gudang dengan unit penyimpanan berpendingin udara. Sistem ini bekerja dengan sistem SCADA yang menjamin proses pengemasan air steril.
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua