Kedubes Saudi Enggan Jelaskan Soal Visa Nonkuota
NU Online · Kamis, 27 Oktober 2011 | 06:31 WIB
Jakarta, NU Online
Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi enggan menjelaskan mengapa pihaknya masih mengeluarkan visa di luar visa haji yang sudah dikuotakan oleh Pemerintah Arab Saudi untuk Indonesia. Kalangan DPR-RI dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia telah meminta untuk pihak Kedubes untuk menghentikan kebijakan tersebut. <>
“Tidak boleh menjelaskan. Saya tidak boleh,” ungkap Kepala Media Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi, Nawaf Naif al Kurnas, di Jakarta, Rabu (26/10). Ia pun tidak dapat menjelaskan mengapa ia dilarang untuk memberi penjelasan.
Sebelumnya, Ketua Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, Mayjen (Purn) Kurdi Mustofa, mengatakan seharusnya visa nonkuota diberikan hanya untuk WNI yang pergi ke Saudi dalam musim haji karena penugasan khusus.
“Sebaiknya dihentikanlah, karena haji nonkuota saat berangkat ke Saudi, yang susah juga Pemerintah RI,” ujar Kurdi seperti dilansir Republika, Selasa (25/10).
Kurdi menduga ada oknum di Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi yang terlibat dalam kepengurusan visa nonkuota tersebut. Sehingga, meski Pemerintah Saudi sudah menetapkan kuota sebanyak 220.000 orang untuk musim ini, visa tersebut tetap bisa keluar.
Sementara itu, banyaknya jamaah haji Indonesia nonkuota yang sudah sampai di Suadi Arabia menjadi perhatian serius kalangan Komisi VII DPR. Bila dibiarkan, keberadaan mereka akan merepotkan tugas pelayanan kepada para jamaah resmi, baik regular maupun jamaah haji khusus (ONH Plus).
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
3
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
4
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
5
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
6
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
Terkini
Lihat Semua