Kota Madinah disebut juga sebagai kota Nabi, Masjid utama di kota ini disebut Masjid Nabawi. Di kota ini jenazah Nabi Muhammad SAW dimakamkan bersama lebih dari sepuluh ribu sahabatnya.
Meski demikian, kota Madinah bukan termasuk tujuan utama dalam perjalanan ibadah haji. Sehingga praktis daya tarik Madinah sering dinomerduakan oleh para jamaah haji. Padahal anggapan menomerduakan Madinah bukanlah anggapan yang tepat.r />
"Jumhur ulama malah menyatakan bahwa ziarah ke maqbaroh (makam) Rasulullah SAW adalah sunnah. Selain itu banyak sekali hadits-hadits yang menyatakan bahwa menziarahi maqbaroh Rasulullah SAW adalah diutamakan," kata Wakil Kepala Daerah Kerja (Wakadaker) bidang Bimbingan Ibadah, Asnawi Muhammadiyah kepada NU Online di Madinah, Rabu (3/11).
Menurut Asnawi memang ada hadits Rasululah SAW yang menyebutkan bahwa, tidaklah ada perjalanan yang disunnahkan kecuali perjalanan ke tiga masjid, yakni masjid ini (Masjid Nabawi Madinah), Masjidil Haram (Makkah) dan Masjidil Aqsho (Palestina), namun menziarahi Masjid Nabawi tanpa berziarah ke makam Rasulullah SAW dapat dianggap sebagai menyepelekan Rasulullah SAW.
"Begitu banyak hadits yang menyebutkan tentang kemuliaan menziarahi Rasulullah SAW setelah wafatnya, setara dengan berkunjung kepadanya pada waktu masih hidupnya," terang pria Bugis asal Kabupaten Bone ini.
Lebih lanjut Asnawi menjelaskan, Meski hadits-hadits itu lemah, namun cukup untuk digunakan sebagai fadhoilul A'mal (landasan keutamaan/penyemangat dalam beramal ibadah). Jamaah haji misalnya, yang telah datang jauh-jauh dari berbagai penjuru dunia, pasti akan rugi jika tidak menyempatkan untuk berziarah.
"Karena itulah jamah haji Indonesia, baik gelombang satu maupun gelombang dua selalu diatur untuk berziarah ke kota Madinah, agar bisa menziarahi Maqbaroh Rasulullah SAW," tandasnya dengan suara lantang. (min/Laporan langsung Syaifullah Amin Arab Saudi)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Aceh Jaga Kondusivitas usai Kerusuhan dan Pengibaran Bendera GAM Sabtu
Terkini
Lihat Semua