Kelompok Garis Keras Iran Tuntut Karroubi Diadili
NU Online · Senin, 15 Maret 2010 | 13:04 WIB
Satu kelompok garis keras Iran mengepung rumah pemimpin oposisi Mehdi Karroubi meneriakkan slogan matilah Karroubi dan menyerukan dia diadili, menurut laporan-laporan, Senin. Kantor berita Fars mengidentifikasi kelompok kecil tetapi vokal yang berkumpul Ahad dekat gedung tempat Karroubi tinggal itu sebagai "mahasiswa dan keluarga para korban "perang iran-Irak.
Foto-foto yang disiarkan kantor berita Borna yang pro pemerintah menunjukkan gedung itu telah dicoret dengan warna merah dan slogan-slogan "Bunuh Karroubi" tertulis di tembok. Tembok itu juga ditempeli slogan bunuh pemimpin utama oposisi, Mir Hossein Mousavi dan mantan Presiden Mohammad Khatami.<>
"Kami menginginkan pengadilan para pemimpin penghasut itu diadili secepat mungkin," kata Fars mengutip pernyataan para pemrotes. Mereka juga mengecam Karroubi sebagai seorang "munafik" -- istilah yang digunakan para pejabat Iran bagi musuh-musuh negara.
Sejumlah pengunjuk rasa menempelkan plakat bertuliskan "Karroubi adalah agen Mossad"-- mengaitkan mantan ketua parlemen itu dengan dinas intelijen Israel musuh bebuyutan Iran. Seorang anggota keluarga Karroubi mengkonfirmasikan insiden itu kepada AFP dan mengatakan ulama itu akan segera mengeluarkan sebuah pernyataan.
Karroubi dan Mossavi memimpin satu gerakan protes terhadap Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang terpilih kembali dalam pemilihan presiden Juni lalu. Terpilihnya Ahmadinejad ditolak mereka karena dituduh terjadi kecurangan.
Karroubi dikecam oleh kelompok garis keras dalam rapat memperingati ulang tahun revolusi Iran 11 Februari. Mobilnya ditembak awal Januari di kota Qazvin barat Teheran.
Ulama yang bersuara vokal itu , yang bersama Moussavi bertarung melawan Ahmadinejad dalam pemilihan presiden Juni lalu, membuat marah kelompok garis keras karena menuduh para tahanan pasca pemilihan itu telah diperkosa di penjara . Pihak berwenang Iran membantah keras tuduhan-tuduhan itu. (ful)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
2
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
3
Kultum Ramadhan: Menghidupkan Hati di Akhir Ramadhan
4
Kultum Ramadhan: Hikmah Zakat Fitrah dalam Islam
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
6
Kultum Ramadhan: Memaksimalkan Doa 10 Malam Terakhir
Terkini
Lihat Semua