KH Ma’ruf Amin: Ibadah Kita Islami tapi Mu’amalat Kita Belum
NU Online Ā· Senin, 28 April 2008 | 13:51 WIB
Jakarta, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maāruf Amin menyayangkan aktivitas ekonomi umat Islam di Indonesia masih bergantung pada sistem konvensional yang sangat dekat dengan praktik riba (ribawi) yang justru tidak diperkenankan Islam.
āPuasa, haji kita secara Islam, tapi dalam masalah muamalah kita tidak islami. Nah ini kita ingin kembalikan ke syariah,ā kata Kiai Maāruf Amin dalam diskusi "Implementasi Ekonomi Sayariah untuk Meningkatkan Kaum Nahdliyin" di kantor PBNU, Jakarta, 25 April 2008 lalu.
Kiai Maāruf Amin yang juga salah seorang pelopor pengembangan ekonomi syariah di Indonesia mengatakan, tujuan ekonomi adalah memenuhi kesejahteraan masyarakat, terutama berkaitan dengan kebutuhan pokok, yaitu pangan, rumah, dan pakaian.
āTujuan ekonomi syariah bertujuan memenuhi kebutuhan pangan, papan dan sandang. Nah ini ekonomi yang kita bangun tersebutĀ berdasarkan fikrah nahdliyah (landasan berfikir NU). Pada intinya ekonomi syariah adalah yang berdasarkan pada fikih,ā katanya.
Sistem perbankan syariah sudah mulai berkembang di Mesir pada 1950. Di Indonesia baru pada 1992 didirikan bank syariah pertama kali, yakni Bank Muamalat.
Dikatakan kiai Ma'ruf, spirit pengembangan ekonomi syariah di Indonesia mestinya muncul dari kalangan pesantren.
āSementara ini kita tidak dapat mengimplementasikan konsep-konsep ajaran yang kita peroleh di pesantren. Kita belum memadukan antara figh yang kita ketahui dengan kehidupan keseharian kita,ā katanya.
Kini ekonomi syariah menjadi sistem global. Beberapa bang konvensional berbondong-bondong membuka cabang syariah. Sementara itu, tambah Kiai Maruf, di beberapa negara yang minoritas Islam seperti Korea, Filipina dan Singapura ekonomi syariah sudah menjadi alternatif sistem ekonomi yang menjanjikan. (nam)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua