Bandung, NU Online
KH Asep Burhanudin Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Barat masa khidmat 2011-2016. Sementara ketua tanfidziyah diamanatkan pada Dr. H. Eman Suryaman.
Keduanya terpilih secara aklamasi melalui Konferensi Wilayah XVI PWNU Jawa Barat di Pesantren Darul Falah, Desa/Kec. Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Ahad malam (10/7).<>
Keduanya akan memimpin PWNU Jabar selama lima tahun ke depan, menggantikan ketua sebelumnya, Moch. Surjani Ichsan. KH Asep Burhanudin kembali melanjutkan kepemimpinannya setelah menjadi Rais Syuriah PWNU Jabar pada periode sebelumnya.
Sekretaris PWNU Jabar, Wahyu Wibisana mengatakan, pemilihan pengurus baru periode 2011-2016 merupakan puncak Konferensi Wilayah XVI PWNU Jabar yang berlangsung pada 8-10 Juli.
Konferensi itu diikuti 26 pengurus cabang dari 26 kota/kabupaten se-Jawa Barat dengan jumlah peserta sebanyak 260 orang. Sejumlah peserta itu terdiri atas 2 pemegang mandat suara cabang dan 8 peninjau dari setiap kabupaten/kota.
“Masing-masing daerah memiliki satu hak suara ditambah satu suara dari PWNU, sehingga totalnya 27 suara,” katanya saat ditemui di Pondok Pesantren Darul Falah, Cihampelas, Ahad (10/7).
Menurut Wahyu, ketua terpilih untuk periode baru harus senantiasa melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab karena mengemban amanah umat. Selain melanjutkan tugas yang belum selesai pada kepengurusan periode sebelumnya, menurut dia, ketua terpilih harus mampu menciptakan berbagai program dan inovasi baru untuk kesejahteraan umat.
Redaktur : Hamzah Sahal
Sumber : Pikiran Rakyat
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
6
Penjelasan Kiai Afifuddin Muhajir Soal Hadis Rukyatul Hilal dari Perspektif Ilmu Nahwu
Terkini
Lihat Semua