Kiai Tholhah : Keluarga Berperan Atasi Moralitas Bangsa
NU Online · Selasa, 28 Juni 2011 | 02:29 WIB
Lamongan, NU Online
Peran keluarga dalam mendidik anak sangat besar. Bahkan, baik dan buruknya moral generasi bangsa ditentukan oleh keluarga. Jika peran keluarga sangat baik, maka generasi yang muncul juga akan baik.
Mantan Wakil Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul UIama (PBNU) KH Tholhah Hasan mengatakan, buruknya moral bangsa Indonesia saat ini disebabkan merosotnya peran keluarga dalam mendidik anak.<>
“Mengapa terjadi kelemahan pendidikan dan moral dalam Islam. 90 dari 100 keluarga sudah tidak berfungsi sebagai pranata pendidikan atau tidak berperan baik,” kata KH Tholhah Hasan saat ceramah pada acara pelepasan siswa kelas akhir Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah pondoK pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan, Senin (27/6).
Menurut Kiai Tholhah, kesibukan orang tua menjadi faktor utama tidak maksimalnya peran keluarga dalam mendidik anak. “Mengapa keluarga tidak bisa menjadi tenaga pendidik, 62,8 persen mempunyai alasan karena tidak punya waktu,” ungkapnya.
Dikatakannya, di tengah terpuruknya ekonomi bangsa Indonesia, orang lebih sibuk memenuhi kebutuhan hidup. ”Kalau dalam kalangan bawah waktu habis untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata mantan Menteri Agama RI tersebut.
Karena itu, Kiai Tholhah meminta masyarakat meningkatkan perannya dalam mendidik anak. Sebab, katanya, sekolah formal saja tidak cukup. “Orang itu tidak ada jaminan kecil baik kemudian besarnya jadi baik,” katanya.
Terkait pendidikan pondok pesantren, ia berharap santri lulusan pondok pesantren bisa menjadi generasi yang pintar dan teguh membela kebenaran.
“Diharapkan pondok pesantren bisa mencetak santri yang seger, pinter, dan bener, sehingga menjadi manusia yang dilahirkan mukmin, hidup mukmin dan matipun mukmin,” ungkapnya.
Sementara itu, kehadiran Kiai Tholhah di pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah mendapat sambutan hangat dari keluarga besar pesantren dan masyarakat setempat.
Maklum, tokoh NU yang kini menjabat Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) ini pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren tersebut sekitar tahun 1948.
Selain Kiai Tholhah, hadir juga pada acara ini Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemendiknas, Prof Dr Ahmad Yasidi dan politisi senior NU, Taufikurrahman Saleh, dan KH Nasrullah Baqir selaku tuan rumah, serta ribuan wali murid dan masyarakat setempat.
Redaktur : Syaifullah Amin
Sumber : Duta Masyarakat
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua