Kongres Ansor NU Dipastikan Sebelum Puasa di Jatim
NU Online · Selasa, 25 Mei 2010 | 01:17 WIB
Sekjen Ansor NU Malik Haramain menyatakan pelaksanaan kongres Ansor NU ke-14 dipasikan akan diselenggarakan sebelum bulan puasa 1431 H. Diperkirakan antara akhir Juli-awal Agustus 2010.
“Pelaksanaannya kita lakukan sebelum puasa, mengenai tanggal dan tempatnya, ditentukan dalam Konbes Ansor NU pada 18-20 Juni mendatang di Wisma Kopo di Puncak,” katanya kepada NU Online, Selasa (25/5).<>
Ssebenarnya, kongres ini diamanatkan untuk diselenggarakan oleh PW Ansor NU Jawa Barat, tetapi karena tidak sanggup, akhirnya diserahkan pelaksanaannya dilakukan di Jawa Timur, dengan salah satu usulan tempat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Secara materi, Malik mengatakan sudah siap karena materi yang akan dibahas dalam kongres ini sudah dirampungkan dalam Konbes sehingga bisa dilakukan dalam waktu yang cepat.
“Kami juga akan secepatnya membentuk kepanitiaan daerah untuk melakukan persiapan teknis,” terangnya.
Ditanya mengenai adanya UU Kepemudaan yang mengatur batasan umur bagi organisasi pemuda, Malik menegaskan, untuk saat ini Ansor NU masih memerlukan masa transisi, tetapi mengenai batasan umur yang ditentukan oleh PBNU bagi ormas kepemudaannya, Ansor akan mengikutinya karena merupakan bagian dari PBNU.
“Ansor NU akan mengikuti aturan PBNU karena aturan yang ada di Ansor NU harus menyesuaikan dengan AD/ART NU,” paparnya.
Berdasarkan Anggaran Rumah Tangga (ART) NU, pasal 20 ayat 6c diatur “Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama GP Ansor NU untuk laki-laki muda Nahdlatul Ulama yang maksimal berusia 40 (empat puluh) tahun. (mkf)
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh ‘Turun Gunung’ Jelang Muktamar 1984
2
BEM PTNU Se-Nusantara Desak DPR RI Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Kejaksaan demi Perkuat Kepercayaan Publik
3
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
4
Ketum PBNU Sebut Tambakberas Jalan Tengah Terbaik untuk Muktamar Ke-35 NU
5
Hukum Memberi Amplop Setelah Shalat Jenazah
6
Kajian Hadits: Bolehkah Orang Fasik Melakukan Amar Makruf–Nahi Mungkar?
Terkini
Lihat Semua