Warta

Kontraproduktif Jika PCNU Tak Netral

NU Online  ·  Selasa, 12 Januari 2010 | 00:37 WIB

Jember, NU Online
Sikap Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember yang menyatakan akan berpihak secara resmi kepada salah satu pasangan kandidat bupati dan wakil bupati Jember, bisa kontraproduktif. Sikap resmi itu tak lantas diikuti oleh warga Nahdliyyin.

Peringatan ini disampaikan mantan Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Jember yang juga Ketua DPRD Jember 2004-2009, Madini Farouq, Senin (11/1). Madini khawatir, jika pilihan politik resmi NU tersebut justru mengundang antipati warga Nahdliyyin sendiri. Saat ini, sudah ada sebagian ulama maupun warga NU yang menyatakan tak akan mengikuti pilihan resmi politik PCNU.<>

 "Saya ini eman (sayang) dengan NU-nya. Kenapa NU ikut-ikutan mengurusi politik praktis. Tugas NU adalah menjaga moral. Pilihan PCNU ini kan bukan sikap dalam ritual agama. Ini sikap politik. Kalau penentuan hari raya atau puasa, warga masih ikut PCNU. Tapi kalau sudah urusan politik, mereka tak akan mau ikut apalagi kalau melanggar khittah," katanya.

Mengawali tahun 2010, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jember dan badan otonomnya mengeluarkan pernyataan mengejutkan mengenai pemilu kepala daerah.

"Tidak mungkin NU dan banom-banom mengambil posisi netral, karena warga NU punya hak politik untuk menyukseskan pilkada," kata Gus Aab, Ketua PCNU Jember.

Menurut Gus Aab, panggilan akrab Syamsul Arifin, jika NU secara institusional memosisikan diri netral, maka warga NU akan menjadi rebutan dan ditarik ke sana kemari. Sikap resmi PCNU dan badan otonom (Fatayat, Gerakan Pemuda Ansor, dan Muslimah) dalam pilkada akan menjadi panduan bagi warga Nahdliyyin Jember. (min)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang