Seorang korban banjir di Jeddah, 25 November lalu ditemukan terperangkap di tumpukan sampah selama sepuluh hari dalam keadaan hidup. Seorang petugas Pertahanan Sipil Jeddah, seperti dilaporkan Arabnews.com, Selasa (15/12).
Pria berkebangsaan Afrika itu diselamatkan dari reruntuhan bangunan Sidik Centre di al-Sawad, kawasan Quwaizah atau yang paling parah terkena musibah banjir.<>
"Di dekat korban yang masih hidup itu, kami juga menemukan seorang lagi korban tewas," ujar seorang petugas yang menolak menyebutkan namanya. Korban diperkirakan baru tewas karena jasadnya tidak berbau. Petugas mengaku kesulitan karena terhalang banyaknya tumpukan sampah.
Menurut catatan, banjir dan air bah yang melanda Jeddah setelah guyuran hujan sekitar lima jam itu, 117 orang tewas dan 47 orang lagi belum ditemukan.
Jubir Pertahanan Sipil dan Direktur Manajemen Bencana, Brigjen Muhammad Al-Qarni menyatakan jumlah korban yang hilang turun menjadi 41 orang. Sedangkan yang tewas meningkat menjadi 120 orang. Selain itu, juga banyak ditemukan bangkai ternak.
Ia membantah tudingan bahwa Pertahanan Sipil tidak siap untuk menangani krisis tersebut. Pasalnya, pihaknya langsung membentuk komite krisis di bawah koordinasi pemda Jeddah yang terdiri dari berbagai instansi pemerintah. Misi mereka adalah menyelamatkan korban. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
6
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
Terkini
Lihat Semua