Jakarta, NU Online
Penantian panjang pasangan suami istri, Agus Sairi (31) dan Nining Kurniasih (42) untuk memiliki buku nikah akhirnya terwujud sudah. Ya, setelah menanti selama 12 tahun, pasangan yang sebelumnya telah menikah siri ini, akhirnya memperoleh buku nikah.
Bersama 10 pasangtan lainnya, Agus dan Nining secara resmi tercatat sebagai pasangan suami istri di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tambora. Pencatatan resmi ini dilaksanakan pada acara nikah massal yang berlangsung di Ruang Aula Kelurahan Angke, Tambora, Pekan Kemarin.<>
“Saya bersyukur, sebab dengan memiliki buku nikah, pernikahan saya sudah resmi dan tercatat di KUA,” ujar Agus dengan wajah sumringah usai mengikuti acara nikah massal.
Meski telah menikah selama 12 tahun dan telah dikaruniai seorang anak, saat mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu, Agus sempat terlihat gugup dan grogi. Pria yang kesehariannya mengaku bekerja sebagai sales ini akhirnya harus mengucapkan ijab kabul sebanyak dua kali. “Ijab kabulnya sempat diulang karena saya merasa grogi,” kata Agus.
Camat Tambora, Isnawa Adji mengatakan, pihaknya menggelar nikah massal saat digelarnya pelayanan terpadu malam hari. Terlebih, diketahui cukup banyak warga Kelurahan Angke yang telah menikah siri dan belum tercatat secara resmi oleh pemerintah.
Dengan memiliki buku nikah, maka yang bersangkutan akan dimudahkan nantinya saat hendak mengurus surat administrasi kependudukan seperti, akta lahir anak, Kartu Keluarga (KK) dan keperluan lainnya.
“Dengan memiliki buku nikah, segala keperluan mengenai administrasi kependudukan akan lebih mudah dan bermanfaat tentunya,” kata Isnawa.
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
3
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
4
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua