Baghdad, NU Online
Polisi Irak hari Selasa (14/03) menemukan 46 orang yang tewas ditembak atau dicekik, sehingga jumlah orang yang dibunuh di ibukota Irak Baghdad, diperkirakan sedikitnya 80 orang dalam dua hari ini.
<>Polisi juga menemukan 15 mayat pria dalam minibus di kota Khadra, yang dikenal mayoritas penduduknya Sunni di Baghdad barat, dan lebih dari 17 mayat pria lainnya ditemukan di wilayah Baghdad timur yang mayoritas penduduknya adalah Syiah.
Juru bucara Kementrian Dalam Negeri Maj Falah al-Mohammedawi mensinyalir bahwa 15 mayat pria yang berumur antara 25 dan 40 tahun itu tewas ditembak dan dicekik. "Mayat-mayat pria itu tewas tertembak oleh orang-orang yang tak bertanggungjawab", ujar Maj Falah.
Tanda-tanda penyiksaan juga ditemukan pada tubuh korban. Mereka ditemukan tidak jauh dari lokasi di nama 18 mayat pria lainnya juga ditemukan minggu (12/03) lalu. Tiga mayat tertembak lainnya juga ditemukan di kota Mosul.
Pembunuhan itu nampaknya terkait dengan bom mobil dan serangan martir di kota Sadr pada Minggu (12/03) yang menewaskan lebih dari 58 orang dan melukai sedikitnya 200 orang.
Senin (13/03) lalu, ulama Syiah Muqtada Sadr menyeru rakyat Irak agar tetap tenang dan mendesak tentara Mahdinya agar tidak menanggapi aksi teror dan serangan yang terjadi Minggu lalu.
Gelombang kekerasan sektarian melanda Irak setelah pemboman pada 22 Februari yang menghancurkan kubah musoleum Imam Ali al-Hadi yang berumur 1.000 tahun, yang merupakan tempat suci Syiah di Samarra, sebelah utara Baghdad.(dar/APF)
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua