Liberalisme atau pemikiran kebebasan dalam Islam yang sedang populer di kalangan muda Nahdlatul Ulama (NU) dikritik. Ajaran Islam, bagi sebagian anak muda NU yang menganut paham tersebut, justru dirasionalisasikan, bukannya dilaksanakan.
Pendapat tersebut dikemukakan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail NU Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, KH Mudzoffar, dalam perbicangan dengan Kontributor NU Online, Zakki Amali, di Kediamannya, beberapa waktu lalu.<>
Menurut dia, jika dikaitkan dengan fenomena di beberapa perguruan tinggi Islam, ilmu pengetahuan yang seharusnya semakin mendekatkan kepada Allah, jarang ditemukan. Sebabnya, ilmu pengetahuan, terutama tentang Islam, hanya menjadi ālahan empukā mengumbar pemikiran.
Terlebih perintah taat kepada Allah yang terdapat dalam ilmu tentang Islam tidak lansung dilaksanakan, tetapi dirasionalisasikan. "Seharusnya sami'na wa atha'na, bukan sami'na tafakkarna, lalu atha'na," katanya.
Ia menambahkan, menuntut ilmu adalah kewajiban semua umat Islam. Terkadang, di tengah perjalanannya terdapat kendala berarti. Seperti surutnya niat dan pudarnya semangat. Hal itu karena kurangnya pemahaman terhadap makna ilmu.
"Kata ilmu mengandung makna tersendiri. Setiap huruf dan bentuknya menyiratkan pesan yang mendalam," jelasnya.
Kata ilmu yang terdiri dari tiga huruf Arab yang bersambung (āainā, ālamā, āmimā) bermuara pada khidmat kepada Allah dan manusia. Bentuk huruf āainā yang depannya menganga, mengisyaratkan kepada manusia untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya.
Namun, ilmu itu haruslah sesuai dengan garis Ilahiah, tidak menyimpang dari situasi ingat kepada Allah. Ini, ditandai dengan hurufĀ ālamā setelahnya yang menjulang ke atas. Dengan kata lain, segala ilmu haruslah dapat membawa kadar keimanan kepada-Nya.
"Jika tidak, maka segera tinggalkan, lalu cari ilmu yang dapat membawa ke hadirat Allah," tandasnya.
Seperti pepatah, padi semakin tua semakin merunduk, orang yang telah mempunyai ilmu haruslah demikian. Huruf āmimā dengan ujungnya yang ke bawah menandakan orang yang mempunyai ilmu yang sesuai dengan syariat Islam haruslah mengabdikan kepada sesama. (rif)
Terpopuler
1
Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar Kunjungi Tambakberas, Cek Persiapan Muktamar Ke-35 NU
2
Organisasi Pers Desak Prabowo Minta Maaf atas Pernyataan 'Londo Ireng' yang Dikaitkan dengan Wartawan
3
Hukum Memakan Gaji Buta
4
Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Buka Muktamar Ke-35 NU di Pesantren Tambakberas
5
MUI Dorong Zakat Jadi Pengurang Pajak Guna Memberikan Insentif Lebih AdilĀ
6
Besok Sunnah Puasa Ayyamul Bidh Safar 1448 H, Pahalanya Setara Puasa Setahun
Terkini
Lihat Semua