Warta

LIPI: Alasan Din Tolak Gus Dur Tak Cukup Kuat

NU Online  ·  Kamis, 7 Januari 2010 | 09:49 WIB

Jakarta, NU Online
Jika tak setuju Gus Dur, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin juga bisa mengajukan tokoh pluralisme. Hal ini dinilai lebih mulia dibanding menolak Gus Dur sebagai tokoh pluralisme, tanpa alasan yang kuat.

"Ki Bagus Hadi Kusumo merupakan Ketua PP Muhammadiyah 1945 memang memiliki peran pada zaman kemerdekaan saat itu. Ki Bagus bisa juga diusulkan menjadi pahlawan nasional atau tokoh apapun oleh Muhammadiyah. Tapi tak ada alasan menolak Gus Dur sebagai tokoh pluralisme," ujar Sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Marwan Adam di Jakarta, Kamis (7/1).<>

Di samping itu, Asvi pun menilai sikap Din Syamsudin yang menolak Gus Dur sebagai tokoh pluralisme tak memiliki landasan alasan yang kuat. Tak ada salahnya Muhammadiyah mengakui Gus Dur sebagai tokoh pluralisme jika memang mantan Presiden tersebut memang pantas mendapatkan gelar tersebut.

"Lebih baik mengakui Gus Dur sebagai tokoh pluralisme. Jika di Muhammadiyah ada orang yang seperti Gus Dur, boleh saja diajukan sebagai tokoh pluralisme. Walaupun pastinya tidak seterkenal Gus Dur," ujarnya seperti dilansir situs inilah.com.

Sebelumnya, Din Syamsudin mengatakan bahwa Ki Bagus Hadi Kusumo yang merupakan Ketua PP Muhammadiyah 1945 lebih pantas dikatakan sebagai tokoh pluralisme ketimbang Gus Dur. Sebab, dialah yang melakukan perubahan terhadap isi Pancasila, sila pertama.

Pada tempo dulu ada keberatan masyarakat Nasrani di Indonesia timur terhadap kalimat Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam sesuai yang dipeluknya. Bahkan, mereka mengancam tidak akan bergabung ke Indonesia. (min)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang