Selasa malam (14/12), sebagian besar mahasiswa PP Annuqayah berkumpul di masjid Pesantren. Mereka tampak serius memperbincangkan banyak hal. Ketika ditelusuri, ternyata mereka mengadakan musyawarah berkaitan dengan pembentukan komunitas mahasiswa yang orientasinya lebih pada pengembangan pengembangan kapasitas diri dan memperlebar relasi dengan masyarakat luas.<>
Dalam kesempatan tersebut, tidak sedikit pengurus pesantren yang hadir mendampingi serta memberikan arahan berkenaan dengan gerakan keilmuan dan kemasyarakatan yang memang menjadi ikon idealisme kemahasiswaan. Musyawarah itu dipimpin langsung oleh koordinator Departemen Publikasi dan Organisasi PP Annuqayah yang kini juga mengemban amanah sebagai kontributor NU Online wilayah Sumenep, Hairul Anam Al-Yumna.
Musyawarah yang dimulai pukul 21.00 WIB (usai jam belajar) itu diawali dengan sharing seputar perkembangan mahasiswa PP Annuqayah selama ini. Dari kegiatan tersebut bermunculanlah banyak komentar. Ada yang menyatakan bahwa mahasiswa tak ubahnya siswa yang hanya bolak-balik dari kampus ke pesantren dan di pesantren sebatas menjalani kehidupan yang menoton; ada juga yang berkomentar bahwa greget keilmuan mahasiswa pesantren sejak dulu tetap bertahan yang diwarnai dengan banyaknya diskusi-diskusi.
Di samping itu, banyak yang menyatakan bahwa wawasan keilmuan mahasiswa pesantren sudah baik tapi relasi dengan masyarakat sangat lemah dikarenakan tidak ada komunitas yang mewadahi.
Dari itulah pada kesempatan itu disepakati untuk membentuk komunitas kemahasiswaan yang mendapat legalisasi dari pesantren. Visinya mengarah pada dua hal: pengembangan keilmuan mahasiswa sekaligus menjalin relasi kuat dengan masyarakat di luar kawasan pesantren.
“Inilah nilai lebih mahasiswa pesantren. Mereka peduli terhadap keilmuan. Terpenting pula, mereka juga tidak melupakan masyarakat yang memang seharusnya menjadi mitra dalam memajukan bangsa. Saya sangat apresien manakala di PP Annuqayah ini dibentuk komunitas kemahasiswaan yang orientasinya pada dua hal tadi,” ujar pengurus Departemen Kesehatan dan Keterampilan PP Annuqayah, Ust. Abd Majid secara detail.
Tanpa banyak mengurai waktu, mahasiswa yang hadir saat itu langsung menguncupkan pembicaraan pada nama komunitas yang akan mewadahi mereka. Banyak nama yang bermunculan, tapi muaranya yang disetujui hanya satu: FKML (Forum Komunikasi Mahasiswa Latee).
Latee merupakan salah satu nama daerah di kawasan PP Annuqayah yang memilki sejarah cukup fenomenal, yaitu berhubungan dengan perjuangan masyaikh Annuqayah dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, Latee berarti “melatih diri sepanjang waktu”. Mahasiswa yang dinaungi FKML memang diharap dapat menggembleng dirinya dengan menggenjot keilmuan sambil lalu memerhatikan masyarakat luas. (anm)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Rezeki Sudah Ditakar, Tak Akan Tertukar
2
Khutbah Jumat: Hikmah Mengingat Kematian dalam Islam
3
Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU, Pesantren Tambakberas Gerak Cepat Siapkan Fasilitas
4
Khutbah Jumat: Keluarga sebagai Madrasah Pertama
5
Khutbah Jumat: Jangan Gadaikan Kejujuran demi Kepentingan Dunia
6
Sejarah Berdirinya Pesantren Tambakberas Jombang, Kembali Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
Terkini
Lihat Semua