Warta

Majelis Taklim Ahlussunnah wal Jamaah Padangpariaman Jaga Persatuan

NU Online  ·  Selasa, 13 Januari 2009 | 11:45 WIB

Padangpariaman, NU Online
Dalam menghadapi Pemilu 9 April 2009 mendatang, anggota Majelis Taklim Ahlussunnah wal Jamaah Padangpariaman diminta untuk tetap menjaga rasa persatuan dan kesatuan.

“Kita tidak ingin pelaksanaan Pemilu merusak ukhuwah Islamiyah yang sudah terbina selama ini,” kata Ketua Majelis Taklim Ahlussunnah wal Jamaah Kabupaten Padangpariaman Khairullah Tuanku Sutan.<>

Ia menegaskan hal itu di hadapan peserta wirid Majelis Taklim Ahlussunnah wal Jamaah Kabupaten Padangpariaman, Senin (12/1) malam di masjid raya Nurul Iman Durian Dangka Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padangpariaman. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online Bagindo Armaidi Tanjung di Padang.

Menurut Khairullah, Majelis Taklim Ahlussunnah wal Jamaah dengan kegiatan rutin membaca Yasinan, Tahlilan, asmaul husna, shalawat badar, harus terus dikembangkan.

“Walaupun saat ini ada pihak yang anti dengan amalan tersebut, tetapi kegiatan tersebut dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt,” kata Khairullah.

Dikatakan Khairullah, pada pemilu 9 April 2009 mendatang diharapkan semua anggota Majelis Taklim Ahlussunnah wal Jamaah menggunakan hak pilihnya. Silakan pilih partai dan calon anggota legeslatif sesuai dengan keyakinan dan mana yang paling tepat untuk dijadikan wakil kita di legeslatif. Apalagi sudah diperkenalkan sebagian caleg untuk Kabupaten Padangpariaman di Dapil II dan caleg untuk DPR RI.

Penceramah lainnya, Rivai Tuanku Mudo Sati mengatakan, kondisi umat Islam di sekitar kita saat ini sangat memprihatinkan. Kebenaran sudah mulai dianggap asing. Yang asing itu sudah dianggap biasa, sebaliknya yang biasa (benar) itu sudah dianggap asing dan janggal. “Perkembangan Islam saat ini di Eropa dan Amerika Latin luar biasa.

"Banyak orang-orang terkenal di Eropa sudah menjadi muslim (Islam). Mereka selama ini menemui kegersangan hidup dengan keyakinan agama yang sudah dianutnya. Kemudian bertemu dengan Islam dan mempelajarinya. Semakin dipelajari, semakin yakin akan kebenaran Islam. Sehingga mereka  menjadi pemeluk Islam. Jumlahnya sudah mencapai jutaan orang,” kata Rivai Tuanku Sutan.

Masalahnya, kata Rivai, kita di sini semakin menjauhi ajaran Islam itu. Banyak orang kita bangga dengan tidak menjalankan ajaran agama Islam itu sendiri. Sehingga apabila ada orang yang menjalankan kegiatan  keagamaan dianggap sudah asing. (nam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang