Warta

Masdar: Liberalisme Anak Muda NU Hanyalah Gejala Sesaat

NU Online  ·  Ahad, 8 Februari 2009 | 20:17 WIB

Surabaya, NU Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masdar Farid Mas’udi menegaskan pentingnya dialog antara para ulama dengan kalangan anak muda NU yang bergelut dalam berbagai aktivitas pengembangan pemikiran.

Hal tersebut diungkapkannya dalam Kajian Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Kiswah) yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Ruang Salsabila kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (7/2), terkait kritikan beberapa kiai terhadap gejala liberalisme di tubuh Nahdlatul Ulama. Masdar menyatakan, gejala itu hanyalah kondisi sesaat saja.<>

Menurutnya, jika anak- anak muda NU itu diajak dialog, dipanggil sebagaimana santri dan didengar pendapatnya, maka dengan sendirinya liberalisme itu menjadi tidak ada.

“Ini hanya kondisi sesaat, tapi jika ada dialog, maka tidak akan terjadi. Nah, masalahnya, mereka diadili secara in absentia, jadi belum ada dialog. Ulama moderatlah yang saya kira bisa menjembatani dialog itu’" katanya dalam halaqah yang dihadiri KH Anwar Iskandar, KH Hasyim Abbas, KH Ali Masyhuri, Prof Dr Shonhaji dan Prof Dr Istibsyaroh.

Menurut Masdar, organisasi sebesar NU harus mempunyai tawaran-tawaran pemikiran yang dibutuhkan bangsa ini. Yang dilakukannya selama ini dengan mendorong anak muda NU untuk berpikir progesif adalah untuk mengisi kekosongan saja.

“Ini untuk mengisi kekosongan saja, akan tetapi tetap ada batas-batasnya, yaitu tidak mengharamkan apa yang diihalalkan dan tidak menghalalkan apa yang diharamkan, contohnya lesbianisme bagaimanapun tetap dilarang,” tegasnya .

Dalam halaqah itu juga dikemukakan kritik terhadap NU yang kadang terlalu toleran terhadap hal yang seharusnya tidak bisa ditoleransi.

“Kita ini terlalu toleran, bahkan toleran terhadap intoleransi, dengan membiarkan orang lain merugikan diri sendiri , apa ini semua akibat psikologis kita pernah diintimidasi berkepanjangan,” katanya

Menurut masdar, Kejayaan Islam hanya bisa diharapkan dari Indonesia, dan itu bisa diwakili oleh NU sebagai corak keagamaan moderat yang mayoritas. “Tapi hal itu mensyaratkan bahwa NU harus berbenah,” ujarnya. (yus)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang