Masjid Al-Munawwaroh Ciganjur Sembelih "Limusin"
NU Online · Senin, 7 November 2011 | 12:58 WIB
Jakarta, NU Online
Dalam pelaksanaan ibadah Qurban, Masjid Al-Munawwaroh Pesantren Ciganjur Yayasan KH A. Wahid Hasyim 1432 H kali ini, Ahad (6/11), ada satu hal yang cukup menarik. Salah satunya adalah penyembelihan sapi raksasa "Limusin," jenis yang sama dengan sapi yang disembelih Presiden SBY dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Selain menyembelih hewan berbobot 800 (delapan ratus) kilogram ini, Masjid Al-Munawwaroh juga menyembelih enam ekor sapi dan empat belas ekor kambing. Dari seluruh hewan Qurban yang disembelih, Masjid Al-Munawwaroh membagikan sekitar 1500 bungkus daging, dengan berat enam ons daging murni setiap bungkusnya.<>
Sapi Limusin yang dikirim langsung dari Bandung itu merupakan titipan dari Yayasan Eka Cipta Foundation. Sapi ini memiliki tinggi 160 centimeter dan badan sepanjang 2.3 meter.
Selain dari Yayasan Eka Cipta, Masjid Al-Munawwaroh juga menerima sapi dari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj, yang berjenis Brahman dengan berat 500 kilogram. Sapi gemuk berkulit putih ini memiliki tinggi 180 centimeter dan panjang badan 2 meter.
"Alhamdulillah pengiriman sapi dari bandung oleh Eka Cipta Foundation untuk disembelih di Ciganjur dan dibagikan kepada masyarakat sekitar ini menandakan masih adanya kepercayaan banyak pihak kepada kita," tutur mantan Ibu Negara Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, selaku tuan rumah saat acara serah terima hewan Qurban kepada Panitia.
Lebih lanjut pengasuh Pesantren untuk pemberdayaan perempuan (Puan) Amal Hayati ini berharap, daging-daging yang dibagikan kepada masyarakat dapat bermanfaat dengan semestinya. Sehingga amal-amal tidak menjadi sia-sia.
"Semoga amal-amal kebaikan mereka yang telah memberikan hewan Qurban ini diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat. Semoga segala urusan mereka dan seluruh panitia juga dimudahkan dan diberkahi oleh Allah SWT," tutur Shinta Nuriyah.
Penulis : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
LF PBNU Umumkan 1 Dzulqadah 1447 H Jatuh pada Ahad 19 April
2
17 Kader NU Diwisuda di Al-Ahgaff, Ketua PCINU Yaman Torehkan Terobosan Filologi
3
Hukum Senang atas Wafatnya Muslim Lain karena Perbedaan Mazhab, Bolehkah?
4
Mengapa Tidur setelah Subuh Sangat Berbahaya bagi Tubuh?
5
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulqa’dah 1447 H, Berpotensi Jatuh pada 19 April
6
Bahas Konflik Iran, Ketum PBNU Lanjutkan Safari Diplomatik ke Dubes China
Terkini
Lihat Semua