Materi Khotbah Harus Meneduhkan dan Kaya Pesan Moral
NU Online · Selasa, 1 November 2011 | 10:45 WIB
Jakarta, NU Online
Para khatib sholat Idul Adha dihimbau untuk menyampaikan materi khotbah yang meneduhkan, memberikan bimbingan keagamaan dan memberikan pesan moral dari ibadah haji, ibadah kurban dan kebersamaan. Demikian salah satu point taushiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menyambut Idul Adha 1432 H.<>
"Hari Raya Idul Adha yang kali ini bisa dirayakan secara bersamaan oleh seluruh umat Islam di dunia ini mari kita sejukkan dengan dakwah yang kaya dengan bimbingan ibadah dan pesan-pesan moral, demi terciptanya kekhusyukan dan kedamaian di masyarakat," kata Ketua MUI Prof Dr H Umar Shihab dalam  konferensi pers di kantor MUI Jl Proklamasi, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (1/11) siang.
Menurut Umar Shihab, bagi umat Islam yang ingin merayakan takbir kelililing, harus mengedepankan kemaslahatan bagi kepentingan bersama, dengan senantiasa berkoordinasi  dengan aparat keamanan demi terjaminnya ketertiban dan keamanan. Dalam kesempatan yang sama Ketua MUI Slamet Effendi Yusuf mengatakan, jangan sampai umat dilarang untuk bertakbir keliling.
"Umat sudah dewasa, jangan sampai dilarang untuk melakukan takbir kelililng. Namun tetap harus diberi arahan dan meningkatkan koordinasi dengan aparat, karena Idul Adha kali ini juga bersamaan dengan ibadah umat Kristiani di hari Minggu. Jadi mari kita tingkatkan kebersamaan dan pengamanan dari oknum-oknum yang tak bertanggungjawab yang ingin merusak kerukunan beragama," kata Slamet.
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
3
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
4
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
5
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
6
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
Terkini
Lihat Semua