Menag Buka Dialog Lintas Agama Asia-Eropa di Yogyakarta
NU Online · Rabu, 9 September 2009 | 20:33 WIB
Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni membuka Dialog Lintas Agama-Lintas Budaya antara bangsa-bangsa di kawasan Asia dan Eropa (The ASEM Interfaith/Cultural Retreat for Religious) di Yogyakarta, Rabu (9/9) malam.
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari, 9-12 September 2009 itu diikuti 80 peserta, 30 diantaranya berasal dari Asia-Eropa dan 50 peserta dari dalam negeri.<>
Kegiatan itu sendiri, menurut Maftuh, dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada para tokoh agama Asia dan Eropa untuk bertukar pandangan atas berbagai isuyang melibatkan umat beragama di negara masing-masing guna mencari titik temu dan aksi nyata bagi perkembangan umat beragama.
Menag dalam kesempatan itu menjelaskan beberapa hal terkait munculnya fenomena masyarakat transnasional dan radikalisme dalam setiap agama. Untuk ini perlu membentuk sikap beragama yang human.
Paradigma humanis dalam beragama adalah paradigma nilai, sikap norma, dan praktik keberagamaan yang mendukung kehidupan tanpa kekerasan dan penuhkedamaian, meningkatkan keadilan masyarakat, menjunjung tinggi HAM, memajukannharmoni antarbudaya dan keletarian ekolog, katanya.
Ia menegaskan, paradigma humanis itu adalah santun dalam menjalankan agamadan interaksi sosial. Seimbang dalam memenuhimkebutuhan material dan spiritual, individudan sosial, serta dalam hubungandengan Tuhan, manusia dan lingkungan alam.
Mereka yang moderat, lanjut dia, akan menjunjung keadilan dan kearifan alam bersikap. tidak gampang terrhasut, marah, menuduh atau memaksa. "Dalam konteks membangun kondisi seperti itu, agama sesungguhnya merupakan modal sosialyang sangat berarti," katanya.
Indonesia, kata Menag, menganggap dialog antaragama dan budaya menjadi sesuatu yang amat bernilai. Pengalaman menghadapi konflik yang melibatkan umat di berbagi tempat dirasakan sebagai sesuatu yang signifikan dalam kelangsungan dialog antaragama dan keyakinan guna mengupayakan pluralisme yang konstruktif. (ant/sam)
Terpopuler
1
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
2
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
3
Anggota Banser Wafat Selepas Tugas di Muktamar, Ketum GP Ansor Takziah dan Beri Santunan
4
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
5
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
6
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
Terkini
Lihat Semua