Menag: GP Ansor NU Mampu Jaga Keberagaman
NU Online · Jumat, 14 Januari 2011 | 02:43 WIB
Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU ke depan diharapkan mampu menjaga keberagaman dalam suasana rukun, damai, dan harmonis.
"Dengan pengalaman dan jaringan yang dimiliki, GP Ansor NU mampu melakukan tugas menjaga kerukunan di negeri ini," katanya dalam ceramah di hadapan para peserta Kongres XIV GP Ansor NU di Surabaya, Kamis malam.<>
Pada acara tersebut ikut memberikan ceramah, Mensesneg Hatta Rajasa, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Acara dipandu Ketua Umum PP GP Ansor NU H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang juga Wakil Gubernur Jatim.
Ia menjelaskan kebebasan beragama dan berkeyakinan telah diatur konstitusi, namun dalam pelaksanaannya masih dijumpai pelanggaran. Banyak penyebabnya, di antaranya masih lemahnya pemahaman masyarakat terhadap jaminan kebebasan beragama yang diatur dalam konstitusi.
Belum lagi masih rendahnya toleransi terhadap keragaman. Untuk itu perlu upaya sistematis dan konsisten untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran berkonstitusi dalam konteks kebebasan beragama, katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah tak mungkin berjalan sendiri untuk mewujudkan itu. Keterlibatan aktif masyarakat menjadi syarat penting bagi keberlangsungan pembangunan, termasuk Ormas Islam menjadi sangat strategis posisinya dalam pembangunan bidang agama.
GP Ansor NU adalah badan otonom di Nahdlatul Ulama (NU) yang kehadirannya sangat berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia melihat GP Ansor NU telah mengambil peran luas dalam program pembangunan sejak dulu.
Dengan jaringannya yang luas dan didukung SDM yang mumpuni, GP Ansor NU diharapkan dapat berperan lebih besar lagi dalam mewujudkan tata kehidupan bangsa yang lebih baik.
Dalam hal ini, katanya, GP Ansor NU bisa mengambil peran dalam berbagai sektor, antara lain pendidikan, kesehatan, perekonomian dan kelestarian alam. Kesemua sektor itu bisa dijadikan program unggulan ke depan.
Ia menambahkan, dalam konteks kerukunan intra dan inter beragama, GP Ansor juga perlu melibatkan diri, karena soal kerukunan itu merupakan pilar penting dalam pembangunan nasional.
"Kerukunan adalah syarat utama menjaga keberagaman tetap damai dan harmonis, karena itu jajaran GP Ansor NU dapat ikut mewujudkan pembangunan bidang agama dengan baik, bersama pemerintah dan elemen bangsa yang lainnya. Mari kita wujudkan itu," katanya. (ant/mad)
Terpopuler
1
Tolak MBG, Siswa SMK NU di Kudus Surati Presiden Prabowo Minta Anggaran Dialihkan untuk Kesejahteraan Guru
2
Korban Meninggal di Lebanon Akibat Serangan Israel Tembus 1.368 Orang
3
Muktamar NU 2026: Antara Idealisme dan Pragmatisme Politik
4
Iran Izinkan 15 Kapal Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Kapal Pertamina?
5
WFH Beda dengan WFA, ASN Diminta Tetap Siaga Setiap Jumat
6
Pleno PP Fatayat NU Tetapkan Dewi Winarti sebagai Plt Ketua Umum
Terkini
Lihat Semua