Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni mengingatkan jemaah haji Indonesia yang akan menunaikan rukun Islam kelima pada tahun 1429 Hijriyah/ 2008 ini untuk selalu memakai seragam haji apabila meninggalkan pemondokan. Pasalnya dibanding tahun lalu jarak pemondokan lebih jauh dari Masjidil Haram.
Seperti diketahui, proyek perluasan Masjidil Haram tahap pertama seluas 350.000 meter persegi merobohkan lebih dari 1.000 gedung/ hotel di sebelah timur dan utara yang berkapasitas kurang lebih 250.000 orang, sehingga berdampak pada menjauhnya jarak ke mesjid terbesar di dunia ini.<>
"Jemaah agar selalu pakai seragam," kata Menag usai pembukaan qur`ah (undian) maktab dan rumah pemondokan jemaah haji Indonesia di tahun 1429 Hijriyah di Jakarta, Selasa (21/10). Qur`ah hanya dilakukan untuk penentuan penempatan jemaah di Mekah, dilaksanakan dengan sistem komputerisasi berdasarkan prinsip keadilan dan transparansi.
"Kalau pada tahun lalu pemondokan jemaah di ring I sebanyak 204 rumah dengan kapasitas 95.182 atau 47 persen, dan ring II sebanyak 171 dengan kapasitas 106.243 (53 persen), tahun ini ring I semakin sedikit 18,19 persen dan ring II sebanyak 80,79 persen," jelas Maftuh.
Terkait dengan kebiasaan jemaah haji Indonesia yang suka belanja atau membeli souvenir di toko-toko yang berlokasi di sekitar Masjidil Haram usai melakukan shalat wajib, Menteri meminta jemaah agar menahan diri tidak usah belanja di Mekah. "Belanjanya di Madinah saja," ujarnya.
Selain itu Menag juga mengimbau para jemaah apabila berangkat ke Masjidil Haram dari pemondokan masing-masing agar membawa perlengkapan seperlunya saja. "Tidak usah bawa barang yang banyak," ujarnya lagi.
Sementara Direktur Pelayanan Haji dan Umrah Zakaria Anshar mengatakan, jumlah pemondokan yang akan ditempati jemaah di Mekah pada tahun ini sebanyak 565 rumah berkapasitas 196.781 dengan rincian Ring I berjumlah 96 rumah dengan pasitas 36.131 berada di wilayah Sulaimaniah, Dahnatul Jin, Jumaizah, Ma`abdah, Jabal Ka`bah, Jarwal, Jarwal Taysir, Jarwal Gaslah, Hafair, Misfalah, Jiad Sud.
Ring II berjumlah 469 rumah dengan kapasitas 160.620 tersebar di wilayah Bakhtumah, Aziziyah Syissah, Aziziyah Janubiyah, Aziziyah Syimaliah, Aziziyah Mahattah Bank, Awali, Hijrah, Khalidiyah, Ka`kiah, Sauqiah, Nuzhah, Zahir, Sy. Sittin, Rusyaifah.
Adapun penempatan jemaah di Madinah, 65 (124.150) di Markaziah (wilayah perhotelan), jarak s.d 500 M dari Masjid Nabawi dan 35 (66.850) di wilayah non Markaziah. "Pengaturan penempatan dan pelayanan akomodasi di Madinah dan Jeddah berdasarkan rotasi kedatangan jemaah sesuai jadwal penerbangan," imbuh Zakaria. (dpg/nur)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua