Menag: Maraknya Infotainment Berbanding Lurus dengan Maraknya Perceraian
NU Online · Rabu, 20 Januari 2010 | 05:19 WIB
Menteri agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa terlepas dari prokontra infotainment ghibah, ada kenyataan yang tidak dapat dihindari. Yaitu maraknya infotainment ini berbanding lurus dengan meningkatnya angka perceraian. Demikian ditegaskan menag yang juga Ketua Umum DPP PPP dalam Forum PPP mendengar bertajuk Infotainment=Ghibah? di Kantor DPP PPP Jakarta, Selasa (12/1).
Dijelaskan menag bahwa pada sekitar tahun 80-an angka perceraian berada pada kisaran 60 ribu pertahun. ''Sekarang dalam lima tahun terakhir ini, dari rata-rata dua juta angka perkawinan setiap tahunnya, terjadi perceraian sebanyak 200 ribu perceraian pertahun. Bahkan pada tahun 2005, terjadi 500 ribu pertceraian di tahun 2005,'' tegas Menag.<>
Menurut Menag, ada fenomena di kota-kota besar, justru yang mengajukan perceraian adalah pihak istri atau perempuan dengan mengajukan gugat cerai.
''Empat dari enam perceraian yang terjadi di kota-kota besar, diajukan oleh pihak istri dengan gugat cerai,'' kata menag.
Lebih lanjut Menag mengakui, bahwa korelasi antara tayangan infotainment dengan perceraian cukup jelas.
''Publik figur itu khan menjadi idola masyarakat. Nah di tayangan-tayangan infotainment ini, seperti mengganggu istri orang, perilaku konsumerisme, fenomena kehidupan glamour, kehidupan bebas, seronok, ini dianggap sudah menjad hal yang biasa dan lumrah. Ini benar-benar sangat mengancam watak karakter luhur bangsa. Masyarakat sangat dikorbankan,'' tegas Menag.(min)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
2
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
3
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain yang Diwakilkan
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
5
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
6
Kultum Ramadhan: Memaksimalkan Doa 10 Malam Terakhir
Terkini
Lihat Semua