Menag: Perguruan Tinggi Harus Hadir di Tengah Masyarakat
NU Online · Kamis, 15 Januari 2009 | 07:03 WIB
Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni menyatakan, perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi, bukan menambah deretan masalah yang sudah membebani masyarakat.
"Kesan perguruan tinggi sebagai menara gading harus dihilangkan," kata Menag dalam rilis pers yang diterima NU Online. Menag menyatakan hal itu pada acara peletakan tiang pancang pembangunan gedung Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (15/1).<>
Menurut Menag, dengan membuka akses dan kesempatan bagi masyarakat pedesaan dan luar Jawa untuk mendapatkan pendidikan di bidang kesehatan yang standar, FKIK UIN telah berpijak pada jalan yang benar. "Seperti kita ketahui, disparitas antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia masih sangat besar," ujarnya.
Diungkapkan, bahwa penduduk desa kurang memiliki akses dan kesempatan memperoleh pendidikan dan layanan yang memadai dibandingkan dengan kemudahan dan ketersediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang diperoleh saudara mereka di perkotaan.
"Kondisi yang kurang adil ini harus menggugah UIN untuk tanggap dan memberikan respon yang tepat sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia Indonesia ," kata menteri.
Lebih lanjut Menag mengatakan, sejak awal berdirinya perguruan tinggi Islam baik IAIN dan PTAIS adalah satu-satunya saluran mobilitas sosial paling penting bagi anak-anak muslim dari madrasah dan pesantren, yang rata-rata berasal dari pedesaan. Melalui jenjang pendidikan tinggi yang tersedia secara terbatas saat itu, IAIN telah menjadi katalisator bagi tumbuhnya kelas menengah santri yang berasal dari berbagai lapis sosial
"Kini setelah menjadi UIN, posisi mediating role (peran mediasi) harus tetap dilakukan untuk mendorng gerak mobilitas kaum santri dan anak-anak muslim pedesaan secara lebih terencana dan berkesinambungan," ujarnya.
Karena itu Menag menekankan agar kerjasama yang dikembangkan UIN dengan madrasah dan pesantren yang mayoritas ada di pedesaan dan wilayah-wilayah pinggiran kota terus ditingkatkan, mengingat sebagai upaya yang sangat strategis untuk dua tujuan sekaligus.
Pertama, mendorong mobilitas sosial. Kedua, setelah mereka lulus mengembalikan mereka ke habitat aslinya di desa. Jika strategi ini bisa dilaksanakan secara maksimal maka akan memiliki dampak yang luar biasa bagi pembangunan masyarakat desa berbasis nilai-nilai keislaman.
“Itulah tanggungjawab moral yang selalu melekat pada jati diri perguruan tinggi Islam. Bahwa setiap lulusan PTAI harus menjadi teladan dalam pelaksanaan dan penerapan nilai-nilai Islam,” katanya. (nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
6
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
Terkini
Lihat Semua