Warta

Menag: Perguruan Tinggi Islam Harus Perbaiki Moralitas Umat

NU Online  ·  Senin, 14 Desember 2009 | 12:32 WIB

Jakarta, NU Online
Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengingatkan bahwa tanggung jawab moral yang melekat pada perguruan tinggi Islam bukan hanya sebagai pengembang ilmu-ilmu keislaman, melainkan juga keharusan memperbaiki sisi moralitas umat Islam.

Demikian dinyatakan Menag dalam acara pemberian penghargaan kepada Harun Nasution, Nurcholish Madjid, dan Fachry Ali oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (FISIP UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Senin (14/12).<>

Menurut Menag, kajian Islam yang dikembangkan di UIN diharapkan bukan saja meningkatkan pemahaman terhadap obyek kajian, yakni Islam itu sendiri, namun pada saat yang sama menggali nilai-nilai Islam dalam rangka meneguhkan kepribadian muslim di tengah-tengah membanjirnya berbagai keyakinan, ideologi, aliran-aliran baru, gaya hidup dan sebagainya.

Nilai-nilai keislaman yang diintegrasikan dengan aspek-aspek keilmuan yang selama ini dikembangkan UIN hanya akan menjadi nilai tambah jika memiliki manfaat langsung bagi pengembangan umat dan warga bangsa Indonesia.

"Jika tanggung jawab itu terwujud, umat Islam dan bangsa Indonesia boleh berbangga memiliki perguruan tinggi Islam seperti UIN," kata Menag.

Dekan FISIP UIN Jakarta, Bachtiar Effendy mengatakan penghargaan kepada mantan Rektor IAIN Ciputat, Harun Nasution, pendiri Universitas Paramadina, Nurcholish Madjid, dan pengamat sosial keagamaan Fachry Ali karena mereka telah meletakkan dasar-dasar pendekatan ilmu-ilmu sosial di dalam studi keagamaan di Indonesia, khususnya di kalangan perguruan tinggi Islam di Indonesia.

Menurut Bachtiar, ketiga orang tersebut memiliki kontribusi dan sumbangan yang sangat besar di dalam perkembangan pemikiran Islam modern dengan memanfaatkan pendekatan ilmu-ilmu sosial dalam mendekati masalah-masalah keagamaan.

"Mereka tidak lagi semata-mata mendasarkan pada pendekatan klasik yang bertumpu kepada teks-teks kitab suci untuk menjelaskan dan menilai sebuah peristiwa keagamaan, sosial budaya, dan politik," katanya. (min)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang