Menag: Potensi Zakat Besar, Baru Tergarap 1,5 Triliun
NU Online · Sabtu, 20 Agustus 2011 | 03:47 WIB
Jakarta, NU Online
Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan, potensi zakat di negeri ini luar biasa besar, berkisar 100-150 Triliun, namun baru tergarap sekitar 1,5 triliun. Hal itu diampaikan Menag ketika meresmikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag, di auditorium Kemenag, Jl.MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Jum'at (19/8) sore.
Agar potensi zakat bisa dioptimalkan, kata Suryadharma Ali, Kemenag mendirikan UPZ, agar zakat bisa dimaksimalkan daya gunanya, sebagai alternatif solusi bagi kesejahteraan rakyat. "Masyarakat mendambakan ada cara yang riil untuk mengentaskan kemiskinan, antara lain melalui pengelolaan zakat yang baik dan tepat," ujar Menag.<>
Menurut Menag, jika zakat dikelola dengan profesional, zakat tidak sekedar memberi makan kaum miskin saja, namun juga bisa memberi mereka jalan untuk mencari sumber makan. "Kita akan mendiskusikan serius juklak dan juknis penerapan zakat produktif dengan tema besarnya zakat untuk rakyat," tambahnya.
Hasil zakat, kata Menag, dikonsentrasikan dalam jalur ekonomi. Zakat dijadikan sebagai modal berdagang, home industri, bertani dan usaha lainnya. Bisa juga, zakat diambil manfaatnya, semisal dibelikan sepeda motor untuk ojek. Tukang ojek bisa mendapatkan uang dari jasa ngojek, kemudian uang yang terkumpul mampu membeli motor baru, maka motor lama yang dibeli dari penunaian zakat, dikembalikan dan bisa dipakai yang lainnya.
Menag berharap, semakin banyak kaum aghniya` muslim indonesia yang menunaikan zakat, agar pengentasan kemiskinan dapat berjalan dengan baik dan cepat. Dampaknya, Indonesia mampu menjadi pioneer bagi negara mayoritas muslim lainnya.
Minimnya realisasi penunaian zakat, kata Menag, salah satu penyebabnya, karena para pengusaha muslim Indonesia kehilangan kepercayaan pada organisasi pengelola zakat. "Kedepan, akan kita jajaki adanya lembaga zakat yang dikelola para pengusaha sendiri dan menyalurkannya ke masyarakat, sehingga tepat sasaran dan masyarakat bisa lebih sejahtera," jelas Menag.
Sebelum berbuka bersama, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nazaruddin Umar memberikan tausaiah yang mengkisahkan tentang manfaat dan kehebatan zakat di mata Allah SWT
Peresmian UPZ Kemenag disertai dengan penyerahan santunan bagi pegawai Kemenag golongan I dan II, dan dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama.Â
Hadir pada peresmian UPZ Kemenag, antara lain Sekjen Kemenag Bahrul Hayat, Irjen M Suparta, Dirjen Bimas Islam Nazaruddin Umar dan Kepala Balitbang dan Diklat Abdul Djamil, dan jajaran pejabat Kemenag lainnya.
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua