Warta

Menag: Umat Islam Tidak Boleh Terpecah

NU Online  ·  Selasa, 12 Januari 2010 | 02:28 WIB

Medan, NU Online
Menteri Agama H Suryadharma Ali mengatakan umat Islam sebagai sumber potensi nasional tidak boleh terpecah dalam polarisasi dan fragmentasi politik. Siapa saja yang berbuat kebaikan harus didukung, dan siapa pun yang berbuat munkar harus diingatkan.

"Islam melarang kita mencela, menghina, dan lebih-lebih mengkafirkan sesama muslim. Tapi di samping itu, Islam menganjurkan kita agar dengan cara yang baik menasihati dan menginatkan sesama muslim yang tergelincir karena kebodohan dan keleliruannya, supaya ishlah dan mengikuti jalan yang benar," papar Menag pada acara tabligh akbar menyambut Tahun Baru Islam 1431 H dan Silaturahim Umat Islam se Sumatera di Lapangan Merdeka Medan, akhir pekan lalu.<>

Menurut Menag, sesama muslim harus menjauhi sikap merasa terpisah dari yang lain atau memisahkan yang lain karena perbedaan organisasi maupun orientasi sikap politik, sehingga menimbulkan sikap saling tidak menyenangi, saling membenci dan menjelekkan satu sama lain.

"Islam selalu mendorong umatnya agar senantiasai bekerja dan beramal dalam rangka mewujudkan cita-cita ideal masyarakat. Oleh karena itu, marilah kita gerakkan potensi umat yang besar ini untuk meghasilkan amal-amal jamai dan karya-karya besar yang tidak hanya bermanfaat bagi generasi sekarang, tetapi juga generasi yang akan datang," tandas Suryadharma. (min).

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang