Menteri Muslim Sarankan Publik ke Gereja Agar Hargai Islam
NU Online · Sabtu, 29 Oktober 2011 | 02:02 WIB
London, NU Online
Pemimpin Partai Konservatif, Baroness Warsi mengatakan pemerintah Inggris meminta masyarakat untuk tidak malu dengan keyakinannya atau menghadiri gereja. "Kita perlu untuk menciptakan sebuah negara di mana masyarakat Inggris tidak perlu merasa harus meninggalkan agamanya. Mereka harus bangga dengan keyakinan Kristen mereka," katanya seperti dikutip Telegraph.co.uk, Jum'at (28/10). <>
Warsi, yang merupakan Muslimah pertama yang duduk dalam kabinet PM Cameron, menilai sudah seharusnya keimanan mereka mengilhami aktivitas yang dilakukan.  Ia menegaskan merupakan kesalahan besar ketika masyarakat mencoba untuk berkompromi dengan identitasnya guna memhami orang lain.
"Semakin kuat pemahaman Anda tentang orang lain, semakin kuat identitas agama Anda," katanya.
Selama bertahun-tahun, kata Warsi, ia mengatakan identitas Inggris sebagai negara dengan pemeluk mayoritas Kristen harus diperkuat. Dengan demikian, akan tercipta pemahaman yang lebih baik tentang agama lain.Â
"Karena itu, kunjungan Paus begitu penting bagi Inggris. Itu mengapa, saya begitu bangga ketika PM Cameron mengadakan perayaan Paskah di Downing Street," ujarnya.Â
Warsi juga mengatakan benturan yang terjadi antara Islam dan Kristen dapat diatasi dengan mengadakan dialog. Manfaat dari dialog adalah untuk masyarakat itu sendiri.
"Percayalah perkataan saya, tidak ada yang sesuai tentang sebuah dunia dengan banyak agama dan sebuah dunia yang kuat dengan negara-negara yang dinamis," ungkapnya.
Â
Â
Redaktur : Syaifullah AminÂ
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
3
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
4
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
5
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
6
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
Terkini
Lihat Semua