Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencatat 40% dari 24.646 produk yang beredar di Indonesia belum mendapat sertifikasi halal. Demikian dinyatakan Ketua MUI Amidan dalam acara milad ke-21 Lembaga Pengkajian Pangan & Obat-obatan dan Kosmetika MUI (LPPOM, MUI) di Jakarta, Rabu (6/1).
Menurutnya, sebagai negara dengan konsumen muslim terbesar di dunia, jumlah produk makanan yang bersertifikasi halal tersebut sangat kurang. Namun jika dilihat dari kecenderungan yang ada kepedulian masyarakat terhadap label halal ini semakin meningkat. Hal ini terbukti dari survei yang dilakukan MUI beberapa waktu lalu, di mana 70% masyarakat muslim Indonesia mulai sadar akan label tersebut.<>
Amidan juga mengungkapkan dari beberapa lembaga sertifikasi yang ada di luar negeri, hanya beebrapa saja yang diakui MUI. Misalnya, di Australia itu dari 11 yang diakui MUI hanya 8, Amerika ada 5 yang diakui, di Eropa ada beebrapa, dan New Zealand belum ada yang diakui.
Melihat banyaknya makanan luar negeri yang beredar di Indoensia yang juga sudah berlabel halal, Hamidan mengatakan MUI akan bekerja sama dengan lembaga sertifikasi halal di luar negeri untuk melakukan perjanjian yang bisa dipahami kedua belah pihak dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan MUI. (min)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hukum Menyalakan Kembang Api di Malam Hari
5
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
6
KH Abdul Hakim Mahfudz: Memimpin Tebuireng, PWNU Jatim, hingga PBNU
Terkini
Lihat Semua