MUI Berencana Tarik Wakilnya di Lembaga Sensor Film
NU Online · Rabu, 6 Januari 2010 | 23:18 WIB
Banyak film yang diloloskan Lembaga Sensor Film (LSF) namun dianggap tidak
layak tayang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI pun mempertimbangkan
untuk menarik wakilnya di LSF, karena dinilai tidak efektif.
"Kita pertimbangkan akan ditarik atau dipertahankan. Sedang kita kaji," ujar Ketua MUI Amidhan di kantornya, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (6/1).<>
Menurut Amidhan, MUI memiliki seorang wakil di LSF, Zainut Tauhid. Namun karena banyaknya film yang harus disensor seringkali tidak terkontrol oleh perwakilan MUI. "Banyak yang tidak sempat diperiksa," terangnya.
Karena dinilai tidak efektif, maka MUI memikirkan untuk menarik wakil tersebut. Namun kesepakatan ini belum final, karena MUI harus mengkaji bagaimana solusi untuk meningkatkan pengawasan terhadap film yang beredar.
"MUI sebenarnya punya kriteria yang jelas, film yang mengandung pornografi,
kekerasan, dan tahyul dilarang tayang," terangnya. (min)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hukum Menyalakan Kembang Api di Malam Hari
5
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
6
KH Abdul Hakim Mahfudz: Memimpin Tebuireng, PWNU Jatim, hingga PBNU
Terkini
Lihat Semua