MUI: Harus Ada Langkah Konkrit untuk Ekonomi Syariah
NU Online · Selasa, 22 Desember 2009 | 08:35 WIB
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) mengimbau pemerintah untuk adanya langkah dan kebijakan konkrit untuk mengembangkan ekonomi syariah. Ketua Harian DSN MUI, Ma'ruf Amin, mengatakan DSN MUI telah berinisiatif untuk pengembangan ekonomi syariah dengan mensyariahkan ekonomi masyarakat dan memasyarakatkan ekonomi syariah.
"Di sisi lain juga harus ada political will pemerintah. Hal ini sudah disampaikan oleh presiden dimana ekonomi syariah menjadi agenda nasional," kata Ma'ruf dalam silaturahmi dan dialog antara Departemen Keuangan-MUI di Gedung MUI, Selasa (22/12).<>
"Berbeda dengan Malaysia yang ekonomi syariahnya berkembang karena sejumlah insentif dan kebijakan yang diberikan oleh pemerintahnya. Karenanya kita ingin tidak hanya political statement saja tetapi ada langkah konkrit dari Departemen Keuangan," ujar Ma'ruf.
Acara silaturahmi dan dialog dengan Depkeu ini, jelasnya, memiliki tujuan khusus dalam rangka penguatan peran dari lembaga keuangan untuk pengembangan ekonomi syariah. Ma'ruf menambahkan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, adalah menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang sowan ke MUI setelah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Ma'ruf menuturkan selanjutnya secara bergilir MUI pun akan mengundang menteri lainnya. Dalam silaturahmi dan dialog Depkeu-MUI ini hadir pula Kepala Bapepam LK Fuad Rahmany, Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto, dan Direktur Pembiayaan Syariah Depkeu, Dahlan Siamat. (min)
Terpopuler
1
Prof Ainun Na'im, Guru Besar Akuntansi yang Jadi Bendahara Umum PBNU
2
Innalillahi, Mustasyar PBNU Nyai Machfudhoh Aly Ubaid Wafat
3
Jejak Karier Mohammad Nuh: Dari Menteri hingga Katib Aam PBNU 2026-2031
4
Hukum Menyalakan Kembang Api di Malam Hari
5
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai Kalahkan Thailand Lewat Adu Penalti
6
KH Abdul Hakim Mahfudz: Memimpin Tebuireng, PWNU Jatim, hingga PBNU
Terkini
Lihat Semua