MUI: Idul Adha Lebih Besar daripada Idul Fitri
NU Online · Senin, 8 Desember 2008 | 11:25 WIB
Idul Adha atau biasa juga disebut Hari Raya Kurban, sesungguhnya lebih "besar" dibandingkan Idul Fitri. Kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara Sumut, Abdullah Syah, di Medan, Senin (8/12).
Menurut dia, sedikitnya ada tiga faktor yang menyebabkan Idul Adha lebih "besar". Pertama, karena pada hari itu berkumpul jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia melaksanakan ibadah haji di Padang Arafah, Arab Saudi.<>
Pada Idul Adha, jutaan umat bersatu dan memuji nama Allah tanpa membedakan status, warna kulit, suku dan bangsa di tempat yang sangat bersejarah, yakni Padang Arafah yang merupakan lokasi bertemunya Nabi Adam dan Hawa.
Kedua, pada Idul Adha umat Islam yang memiliki kelebihan ekonomi diwajibkan menyumbangkan hewan kurban yang akan disalurkan untuk kaum miskin.
Ketiga, pembacaan takbir Idul Adha lebih lebih lama dibandingkan Idul Fitri. "Pada Idul Fitri, pembacaan takbir hanya pada malam hingga pagi Lebaran, sedangkan Idul Adha selama empat hari berturut-turut," katanya.
Menurut dia, cara memeriahkan Idul Adha adalah dengan memperbanyak membaca takbir dan pemberian hewan kurban. Pembacaan takbir dianjurkan diperbanyak, khususnya setelah selesai melaksanakan salat berjamaah.
Sedangkan memperbanyak hewan kurban dimaksudkan agar semakin banyak kaum fakir-miskin yang dapat menerima daging dalam Idul Adha. (ant/saf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jangan Tunda Amal Baik
2
Turut Berkhidmah di Muktamar, Banser Supangat Wafat; Ketum Ansor Janji Tanggung Pendidikan Anaknya hingga Perguruan Tinggi
3
Gus Ipul: Mekanisme Pemilihan Ketua Tanfidziyah Lewat AHWA Otomatis sampai Ranting
4
Bitcoin dalam Perspektif Fiqih: Harta, Alat Tukar, dan Hukum Transaksinya Sesuai Hasil Muktamar Ke-35 NU
5
Khutbah Jumat: Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
6
Gus Ipul Sebut Dua Kesuksesan Muktamar Ke-35 NU di Tambakberas Jombang
Terkini
Lihat Semua