MUI: Perlu Intensifkan Pembinaan Umat Beragama
NU Online · Jumat, 18 Desember 2009 | 09:30 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan perlunya dilakukan pembinaan terus menerus dan intensif terhadap umat beragama. Agar umat benar-benar mendapatkan atau mengetahui sepenuhnya ajaran agamanya. Pembinaan ini selain dilakukan oleh pemerintah, juga oleh pemuka atau tokoh dan pimpinan agama masing-masing.
Hal ini ditegaskan Slamet Effendi Yusuf, Ketua Komisi Kerukunan Beragama MUI dalam rapat koordinasi penanganan masalah keagamaan dan aliran bermasalah di Jakarta, Kamis (17/12). Dicontohkan Slamet, di agama Islam, belum sepenuhnya umat Islam menerima atau mendapatkan ajaran agama Islam secara utuh atau total secara harfiah maupun syariah.<>
''Inilah salah satu penyebab munculnya aliran-aliran sempalan yang ada di masyarakat. Karena pemahaman beberapa orang atau kelompok yang berbeda dari pandangan yang semestinya," tutur Slamet.
Untuk itu menurut Slamet, perlu dilakukan pembinaan dengan cara membenarkan atau membetulkan pemahaman agama oleh umat.
''Misalnya melalui dialog-dialog. Pembinaan seperti inilah yang kurang. Perlu adanya intensifikasi dakwah Islam. Selain itu, jika muncul aliran sempalan, perlu adanya pelarangan melalui regulasi pemerintah,'' kata Slamet (min)
Terpopuler
1
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
2
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
3
Karhutla Ancam Kalimantan, Pantauan Satelit BNPB Temukan 1.487 Titik Panas
4
Khidmah NU di Akar Rumput: Ketangguhan Keluarga menuju Indonesia Emas
5
PBNU Perluas Kolaborasi untuk Transformasi Pesantren
6
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Terkini
Lihat Semua