Setiap musim lebaran, umat Islam di Bali terutama yang tinggal di pedesaan, biasa ngejot atau memberikan makanan kepada sahabat dan warga lintas agama yang tinggal di sekitarnya.
Hingga kini tradisi ini masih lestari, sebagai cermin kerukunan antarumat beragama di Bail. Menurut Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Bali Haji Mulyono, tradisi ngejot telah diwarisi secara turun temurun sejak 500 tahun silam, berkat adanya saling mengertian dan menghormati satu sama lainnya.<>
"Tradisi ngejot bagi komunitas Muslim di pedesaan menunjukkan adanya kekerabatan yang begitu tinggi dengan umat lainnya yang beragama Hindu maupun agama lainnya," tutur Haji Mulyono di Denpasar Ahad (19/9) kemarin.
Ia mengatakan, umat Islam bermukim di daerah pedesaan sejak zaman kerajaan di Pulau Bali, antara lain di Desa Pegayaman Kabupaten Buleleng.
Kemudian, Budakeling, Kabupaten Karangasem, Petang, Kabupaten Badung, Kepaon, Serangan, Kota Denpasar dan Desa Loloan di Kabupaten Jembrana.
Ia menambahkan, umat Muslim ngejot menjelang Hari Raya Idul Fitri dan umat Hindu biasanya membalas pemberian itu menjelang Hari Raya Nyepi atau Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Hal itu mencerminkan keakraban dalam kehidupan sehari-hari, yang secara tidak langsung memberikan dampak positif dalam memantapkan kerukunan hidup beragama yang telah dapat diwujudkan selama ini, kata dia.
Umat Islam di Bali juga telah berbaur dengan budaya setempat, terlihat dari lembaga adat yang tumbuh di masyarakat Muslim Bali sama dengan lembaga adat masyarakat Bali Hindu.
Komonitas Muslim yang bergelut dalam bidang pertanian juga menerapkan sistem pengairan subak.pola pengaturan air seperti yang dilakukan petani beragama Hindu.
"Namun. cara mensyukuri saat panen berbeda, sesuai kepercayaan dan agama yang dianut," kata Haji Mulyono. (ifk/ant)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jangan Tunda Amal Baik
2
Ngantor Perdana, Gus Kikin Mulai Siapkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031
3
Khutbah Jumat: Memudahkan Urusan Orang Lain, Jalan Menuju Ridha Allah
4
Gus Ipul Tegaskan Pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Sah dan Transparan
5
Gus Ipul: Mekanisme Pemilihan Ketua Tanfidziyah Lewat AHWA Otomatis sampai Ranting
6
Gus Kikin Kunjungi Pojok Gus Dur pada Momen Perdana Ngantor di PBNU
Terkini
Lihat Semua