Nahdliyyin Blitar di Daerah Aman Siap Tampung Pengungsi Kelud
NU Online · Rabu, 24 Oktober 2007 | 08:08 WIB
Blitar, NU Online
Inisiatif KH Hasyim Muzadi dalam penanganan bencana dengan pendekatan sahabat Ansor-Muhajirin yang saling membantu disikapi secara antusias oleh warga NU Blitar. Mereka siap menampung saudaranya yang jadi pengungsi di rumahnya masing-masing.
“Tiada kata lain, seluruh warga NU Blitar siap, laa khaula wala quwwata illa billahil aliyyil adhiem. Semuanya berpartisipasi aktif,” tutur Ketua Tim Penanggulangan Bencana PCNU Blitar Masdain ketika dihubungi NU Online Rabu (24/10).
Dikatakannya PCNU Blitar beserta lembaga dan badan otonomnya telah aktif membantu para pengungsi. GP Ansor Blitar sejak awal Ramadhan telah bergerak dan saat ini telah dibentuk 2 posko di masing-masing 5 MWC NU di daerah rawan bencana 1 yang mencakup Gandusari, Nglegok, Ngarum, Ponggok, dan Talun.
Saat ini juga sudah didata sahabat Ansor mana saja yang mau dan mampu untuk menampung Muhajirin NU yang sedang kesusahan. “Kami juga mengajak partisipasi NU se-korda Kediri seperti Tulungagung, Blitar dan Nganjuk untuk berperan aktif membantu,” paparnya.
Sayangnya sistem yang dipakai oleh NU ini belum mendapat dukungan dari pemerintah setempat. Masdain menuturkan bahwa mereka masih terfokus pada model penanggulangan bencana yang selama ini dipakai meskipun satkorlak secara pribadi mendukung pendekatan NU ini.
Kiai Hasyim mengusulkan pendekatan Ansor-Muhajirin ini dikarenakan melihat pengalaman bahwa lokasi pengungsian sangat tidak layak untuk lokasi hidup seperti keterbatasan MCK, makanan, sampai pemenuhan kebutuhan biologis bagi mereka yang sudah berkeluarga sehingga banyak menimbulkan penyakit mental sampai dengan penurunan moral. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
2
Khutbah Jumat: Pentingnya Menjaga Privasi Anak di Media Sosial
3
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
4
Kemenkes Tetapkan Tarif Cek Kesehatan Jamaah Haji, Tertinggi Rp1,3 Juta
5
Subsidi Haji dari APBN, MUI: Tak Pengaruhi Keabsahan Ibadah
6
Syekh Yusuf al-Makassari: Sufi Nusantara yang Ubah Dzikir Jadi Gerakan Pembebasan
Terkini
Lihat Semua