Napi Gorontalo Buat Album "Tobat" Sambut Ramadan
NU Online · Selasa, 17 Agustus 2010 | 08:33 WIB
Narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kota Gorontalo , membuat album lagu yang diberi tajuk "Tobat" untuk menjabat bulan suci Ramadan 1431 Hijriah.
Album yang berisi sepuluh lagu ini, menurut kepala Lapas setempat, Sunarto, diciptakan oleh Bona Paputungan, yang tercatat sebagai salah seorang Napi di Lapas kelas II A tersebut.<>
Materi lagu dalam album tersebut, katanya, pada umumnya bercerita tentang renungan, penyesalan, dan harapan narapidana selama menjalani hidup dalam bui.
Menariknya lagi, video klip untuk lagu dalam album tersebut, dilakukan dalam lingkungan Lapas, yang dihuni oleh 471 napi dan tahanan kejaksaan tersebut.
Sunarto sendiri, turut menyumbangkan suaranya pada salah satu lagu itu, suara sejumlah napi lainnya juga bisa didengarkan dalam album bernuansa religius.
Dia mengatakan, pembuatan Album religius itu, merupakan ide dari Bona yang dibiayainya sendiri, yang kemudian direspon oleh pihak lapas, yang tentunya setelah mendapatkan izin dari Kantor wilayah Kementererian Hukum dan Hak asasi manusia (HAM) setempat.
Saat ini, lanjutnya, proses pembuatan album lagu tersebut, hampir mendekati rampung, dan rencananya akan diluncurkan paling lambat bulan depan, masih dalam bulan Ramadan.
Pihaknya juga berencana akan mengirimkan kopian album karya narapidana Gorontalo itu, pada lapas di se antero Nusantara.
"Ini adalah hal yang pertama kalinya dari model pembinaan yang selama ini kami lakukan, semoga bisa menjadi inspirasi bagi Lapas lainnya di Indonesia," Dalihnya. (ant/mad)
Terpopuler
1
Kiai Zulfa: Yang Sudah Jadi Pejabat dan Menteri Tak Perlu Dipaksa Mimpin NU
2
BEM PTNU Se-Nusantara Desak DPR RI Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Kejaksaan demi Perkuat Kepercayaan Publik
3
18 Tahun Bertahan di Tengah Tambang, Warga Kalimantan Selatan Tuntut Keadilan Lingkungan
4
Kalkulator Waris NU Online: Hitung Hak Ahli Waris dalam Sekejap
5
LF PBNU Sebut Suara Dentuman Semalam Berasal dari Meteor Jatuh
6
Warga Makassar Desak Pemerintah Batalkan PSEL: Jangan Tukar Kesehatan Kami dengan Proyek Berisiko Tinggi
Terkini
Lihat Semua