NU dan MUI Jatim Seriusi Wacana Penutupan Dolly
NU Online · Kamis, 17 November 2011 | 12:05 WIB
Surabaya, NU Online
Wacana penutupan lokalisasi Dolly kembali dilontarkan. Kali ini, wacana penutupan tengah diseriusi parpol dan ormas Islam. Namun, sebelum menutup lokalisasi terbesar se Asia Tenggara ini, masih dicarikan solusi terbaik berkaitan dengan penanganan masalah yang akan muncul pasca penutupan.
Pertemuan pembahasan penutupan Dolly ini dihadiri PWNU Jatim, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim. Perwakilan dari MUI Jatim, KH Abdurahman Navis yang juga mengaku jika pertemuan yang digelar di RM Agis ini untuk mencari solusi yang terbaik agar tidak menimbulkan masalah lagi setelah ditutup.<>
"Kami paham, banyak masalah soial ekonomi yang berhubungan dengan prostitusi Dolly. Tidak melulu masalah agama. Karenanya kami mengundang berbagai elemen masyarakat, khususnya ulama dan pemerintah untuk duduk bersama," jelas Abdurrahman, Kamis (17/11).
Bahkan, MUI akan juga mengundang mantan Gubernur DKI Sutiyoso untuk berbagai pengalamannya waktu dulu yang sukses menutup lokalisasi Kramat Tunggak dan sekarang dijadikan Islamic Centre.
Sementara itu, NU juga mendukung wacana penutupan serta mencari solusi untuk lokalisasi Dolly. Perwakilan dari PWNU Jatim, KH Abdul Matin dari PWNU juga mengaku sangat mendukung rencana penutupan Dolly. Dan beliau percaya penutupan tempat maksiyat ini akan membawa dampak baik bgi Indonesia, khususnya warga Jawa Timur.
Menurutnya, jika ada kemaksiyatan dibiarkan merajalela di suatu wilayah, akan mengundang kemudlaratan yang lebih besar.
"NU sepenuh hati mendukung rencana ini. Tapi tentu saja harus dicarikan penyelesaian yang baik buat masyarakat yang hidup dari dunia haram ini. Untuk para pelakunya, yakni para WTS, juga mesti dibekali dengan ketrampilan tertentu agar bisa tetap hidup layak setelah lepas dari jerat prostitusi," pungkasnya.
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
3
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
4
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
5
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
6
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
Terkini
Lihat Semua