Jakarta, NU Online
Ketua PWNU Kalimantan Tengah H Abdul Wahid Aha menjelaskan bahwa yang ditolak dari FPI adalah kekerasannya, bukan organisasinya karena kebebasan berserikat dan berkumpul dilindungi oleh UU.
“FPI jangan dilantik duluan karena Dewan Adat Dayat masih trauma dengan kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu. Jadi dalam pernyataan bersama ormas Islam, yang ditolak kekerasannya,” katanya ketika dihubungi NU Online.
<>
Ia menjelaskan masyarakat lokal mengkhawatirkan, jika timbul suatu front, maka akan muncul front lain sebagai tandingannya, sehingga FPI diharapkan tidak memaksakan diri segera dilantik.
Sekretaris PWNU HM Wahyudie juga menegaskan NU dan ormas Islam lainnya, seperti Muhammadiyah menegaskan secara UU memang dimungkinkan untuk mendirikan organisasi. Kekhawatiran yang terjadi dari kelompok yang menolak keberadaan FPI adalah, Kalteng saat ini sudah aman dan tenteram dengan hubungan antar agama yang harmonis.
“Yang mereka lihat adalah tindakan FPI di media massa, mereka khawatir, kalau masuk ke Kalteng, menghancurkan tatanan budaya yang ada.
Penulis: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Beasiswa Al-Azhar Mesir 2026, Cek Daftar Namanya di Sini
2
Prediksi Cuaca 26 Juni-2 Juli 2026: Kemarau Makin Terasa, Dinamika Atmosfer Picu Hujan di Sebagian Daerah
3
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
4
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
5
Festival Adat Budaya Nusantara, Lebih dari 100 Raja dan Sultan Sedunia Bakal Kumpul di Salatiga
6
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
Terkini
Lihat Semua