NU Mesir Diundang Pemerintah Setempat Hadiri Sidang Isbat
NU Online Ā· Senin, 1 September 2008 | 02:36 WIB
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Mesir mendapat kehormatan dari pemerintah setempat. Pasalnya, PCI NU diundang untuk hadir pada sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 1429 H pada Sabtu (30/8) malam waktu setempat.
Sidang isbat Darul Iftaā (Majelis Fatwa) Mesir itu diselenggarakan di gedung Azhar Conference Center (ACC), Nasr City, Kairo. Hadir, antara lain, Grand Syeikh al-Azhar Muhammad Sayyed Thanthawi, Menteri Wakaf Mesir Dr Mahmud Hamdi Zaqzuq, mantan Mufti Mesir, Dr Nashr Farid Washil, Gubernur Kairo Abdul Adzim Wazir.<>
Acara yang disiarkan langsung beberapa stasiun televisi di Mesir itu berlangsung singkat. Pembacaan ketetapan awal Ramadhan 1429 H oleh Mufti Mesir, Dr Ali Jumāah.
āDarul Iftaā menugaskan sejumlah tim ahli untuk melakukan pemantauan kemunculan hilal (bulan sabit) Ramadhan di berbagai titik strategis Mesir pada Sabtu sore tadi (30/8). Dari hasil pemantaun tersebut membuktikan bahwa hilal awal Ramadhan belum terlihat. Maka, awal Ramadhan jatuh pada Senin, bertepatan dengan tanggal 1 September 2008. Dengan demikian, bilangan Syaāban digenapkan 30 hari,ā papar Jumāah, seperti dilaporkan Kontributor NU Online, M. Luthfi al-Anshori.
Sebelumnya, Jumāah secara singkat menegaskan kembali beberapa dalil syarāi dalam proses penetapan awal Ramadhan. Di antaranya adalah Hadits Nabi yang berbunyi: āBerpuasalah jika kalian telah melihat hilal (bulan sabit Ramadhan) dan berbukalah (berhari raya) ketika kalian telah melihat hilal (Syawal). Dan jika kalian tidak melihat bulan sabit (pada hari ke-29 Syaāban) maka sempurnakanlah bilangannya menjadi 30 hariā.
Presiden Republik Arab Mesir, Husni Mubarak, tidak datang dalam sidang itu dan diwakili Menteri Kehakiman, Mamduh Marāi.
Dengan ketetapan ini, Mesir termasuk sebagian besar Negara Arab yang memulai puasa pada Senin, sebagaimana Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Palestina, Bahrain, Uni Emirat Arab dan beberapa Negara lainnya. (rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua