Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sepakat menyerukan gerakan pemberantasan korupsi. Namun seruan ini lebih daripada sekedar seruan untuk meninggalkan korupsi atas uang negara.
Lebih dari itu, NU dan Muhammadiyah sepakat untuk bersama-sama melakukan gerakan hidup halal secara nasional. Gerakan hidup halal dinilai penting karena pemberantasan korupsi tidak bisa diatasi dengan hukum formal. Tapi perlu didukung hukum subtantif yang didukung oleh masyarakat luas, termasuk menggerakkan kehidupan melalui cara-cara konsumsi yang halal.<>
Demikian dinyatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi dalam sambutannya pada acara silaturrahim antara PBNU dan Pimpinan pusat (PP) Muhammadiyah di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Sabtu (19/12) sore.
Pernyataan Hasyim yang diamini oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin ini menyebutkan, gerakan ini berusaha menyadarkan masyarakat, baik pejabat maupun rakyat, bahwa mengambil yang bukan haknya adalah haram.
"Tidak hanya mengambil hak negara saja, semua kegiatan mengambil yang bukan haknya itu tidak boleh. Karenanya, diperlukan gerakan bersama dua ormas besar ini untuk mendukung gerakan pemberantasan korupsi," tegas Hasyim.
Lebih lanjut Hasyim menambahkan, hal tidak sangat penting dilaksanakan dalam gerakan antikorupsi, adalah contoh kongkret dari pemerintah, khususnya presiden.
"Jangan malah muter-muter bikin masyarakat tidak mengerti," tambah Hasyim. (min)
Terpopuler
1
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain yang Diwakilkan
2
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
3
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
4
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
5
Kultum Ramadhan: Teladan Rasulullah di Sepertiga Akhir Ramadhan
6
Menyembunyikan Masa Lalu Kelam dari Calon Istri, Haruskah Jujur?
Terkini
Lihat Semua