NU Siap Berdialog Sepakati Pembakuan Penanggalan
NU Online · Kamis, 9 September 2010 | 00:21 WIB
Nahdlatul Ulama, dalam hal ini Pucuk Pimpinan Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) siap melakukan dialog dengan berbagai unsur masyarakat Islam lainnya untuk membuat standar baku bagi penanggalan Islam. Diharapkan upaya untuk menyepakati pembakuan penanggalan Islam ini dapat meniadakan perselisihan yang sering terjadi dalam penentuan Idul Fitri dan Idul Adha.
Demikian dinyatakan oleh Ketua LFNU KH Ghozali Masruri dalam sidang Isbath Penentuan Awal Syawal di kantor Kementerian Agama Jakarta, Rabu (8/9). Menurut Ghozali, NU tidak pernah menutup pintu dialog dengan siapa pun, termasuk dalam metode penanggalan Islam.
>
"NU selalu terbuka untuk berdialog. Bukan hanya mengenai batas minimal hilal dapat dilihat, melainkan juga mengenai kriteria dan sebagainya," terang Kiai asal Purwodadi Jawa Tengah ini.
Lebih lanjut, Kiai Ghozali juga menyatakan rasa syukurnya karena semua ormas Islam di Indonesia menyepakati istikmal (penggenapan 30 hari) Ramadhan. Sehingga hampir seluruh masyarakat Muslim Indonesia merayakan Idul Fitri pada hari Jum'at 10 September 2010 M.
"Persatuan seperti Idul Fitri tahun ini adalah dambaan setiap orang Islam di manapun. Terutama karena kemungkinan perselisihan pada penentuan Idul Adha tahun ini sangat besar," tandas Ghozali. (min)
Terpopuler
1
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
2
Susunan Lengkap Kepengurusan PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
4
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
5
Wajah Baru Kepengurusan PBNU 2026-2031: Masuk Dua Tokoh Disabilitas di Kepengurusan
6
Gaji Guru dan Nakes PPPK Ditanggung APBN 2027 Sebesar Rp23 Triliun
Terkini
Lihat Semua