Nahdlatul Ulama Sumatera Barat sudah saatnya berbuat lebih banyak untuk kepentingan umat di ranah Minang. Apalagi PWNU Sumatera Barat banyak diisi kalangan muda warga nahdliyin.
Demikian diungkapkan Ketua Yayasan STAI NU Jakarta Dr H Abdul Aziz Ahmad MA saat bersilaturrahmi dengan PWNU Sumbar, Kamis (16/12/2010) di Sekretariat PWNU Sumbar.<>
Hadir Ketua Tanfidziyah PWNU Sumbar Ir H. Khusnun Aziz, MM, Sekretaris Husni Kamil Manik, Wakil Ketua Darmansyah, Dr Syafruddin, Wakil Sekretaris Harry Effendi Iskandar, Zainal Tuanku Mudo, Marjanis dan sejumlah pengurus lembaga/lajnah di lingkungan PWNU Sumbar. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online di Padang.
Menurut Abdul Aziz yang juga mantan Ketua PBNU (2005-2010) ini, NU selalu menghargai budaya lokal. Pengembangan Islam di nusantara pada mulanya juga melalui pendekatan budaya lokal. Sehingga Islam dapat diterima dengan baik.
Bagi NU, mengembangkan potensi budaya lokal adalah penting. Seperti di Sumatera Barat adanya surau, maka harus dihidupkan suasana surau tersebut. “Islam tidak bisa jalan kalau tidak memiliki akar budayanya,” kata Abdul Aziz.
“Pengalaman hilangnya Islam di Spanyol, salah satu disebabkan pendekatan yang dilakukan terlalu Arabistik. Sehingga Islam tidak bertahan lama di masyarakat setempat,” kata Abdul Aziz menambahkan.
Dikatakan Abdul Aziz, NU memiliki prinsip memelihara yang lama yang baik, dan mengambil yang baru yang lebih baik. Selama ini yang banyak dilakukan NU baru mengambil yang lama. Masih sedikit mengambil yang baru, yang lebih baik. Ke depan bagaimana dikalangan NU lebih banyak yang mengambil yang baru dan yang lebih baik itu.
“Indonesia sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, tentunya mempunyai peran menampilkan wajah Islam. Yakni wajah Islam yang moderat. Sehingga Islam di dunia bisa berkiblat kepada Islam Indonesia,” kata Abdul Aziz.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Sumbar Khusnun Aziz menyatakan, sesuai dengan amanah Konferwil NU Juli 2010, akan berupaya maksimal menjalankan program bersama seluruh pengurus, termasuk lembaga. Untuk itu, kita terus membangun silaturrahmi dan kerjasama dengan berbagai pihak. (bat)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Rezeki Sudah Ditakar, Tak Akan Tertukar
2
Khutbah Jumat: Hikmah Mengingat Kematian dalam Islam
3
Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU, Pesantren Tambakberas Gerak Cepat Siapkan Fasilitas
4
Khutbah Jumat: Keluarga sebagai Madrasah Pertama
5
Khutbah Jumat: Jangan Gadaikan Kejujuran demi Kepentingan Dunia
6
Sejarah Berdirinya Pesantren Tambakberas Jombang, Kembali Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
Terkini
Lihat Semua