NU Wakili Indonesia di Global Peace Leader 2010 Seoul Korea
NU Online · Rabu, 13 Oktober 2010 | 09:16 WIB
Penyelenggaraan Global Peace Leader Conference 2010 yang berlangsung di Seoul Korea Selatan juga mengundang Dr Marsyudi Syuhud, ketua PBNU, sebagai wakil dari Indonesia.
Pada acara yang berlangsung 11-13 Oktober ini, Marsyudi memberikan sambutan tentang Islam rahmatan lil alamiin yang dikembangkan oleh NU, yang berupaya agar Islam memberi rahmat bagi seluruh alam. Untuk menuju hal tersebut, salah satunya melalui silaturrahmi.<>
Ia menjelaskan, melalui silaturrahmi, manusia akan saling mengenal dan saling memahami serta menyayangi satu sama lain. Disitu ajaran Islam rahmatan lil alamiin mulai berfungsi. Marsyudi menegaskan, dalam muamalah, Islam mengajarkan tanpa ada sekat muslim atau non muslim.
Acara dihadiri oleh berbagai delegasi dari pemimpin negara maupun tokoh-tokoh agama, dari Amerika, Paraguay, Kenya, China, Jepang, Mongolia, dan lain sebagainya, Chairman Global Peace Festival Dr. Hyun Jin Moon membuka acara tersebut pada 11 Oktober 2010 diGand Hilton Hotel Seoul Korea.
Korea berbagi pengalaman dalam tema Effective Models of Balance Development: The Korean Experience, bagaimana Korea Selatan berhasil menjadi negara terkaya no 13 hanya dalam waktu 50 tahun.
Dalam kesempatan tersebut beberapa lembaga pemerintah Korea seperti KOICA, KDI, Korea Saemaul Undong Center berbagi pengalaman dan menjadi donor bagi negara-negara berkembang untuk membangun komunitas dan kehidupan yang lebih baik.
Global Peace Festival berikut akan diadakan di Jakarta pada tanggal 15 - 17 Oktober di Jakarta. (mad)
Terpopuler
1
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
2
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
3
War Haji, Jalan Pintas yang Berpotensi Sengketa
4
MBG dan Larangan Pemborosan dalam Islam
5
Savic Ali Kritik Arah Kebijakan Pemerintah yang Sentralistik, Jauh dari Kepentingan Rakyat Kecil
6
Ketua Umum PBNU Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Harap Berlangsung Permanen
Terkini
Lihat Semua