Orang Islam Berpuasa Semakin Tak Dapat Mengendalikan Hawa Nafsu
NU Online Ā· Kamis, 18 September 2008 | 21:29 WIB
Berpuasa pada Ramadhan sesungguhnya merupakan momentum untuk belajar mengendalikan hawa nafsu. Namun, hal yang terjadi justru sebaliknya. Orang Islam yang berpuasa malah semakin sulit mengendalikan sikap hidup berlebihan.
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Masyhuri Naim mengatakan hal itu dalam ceramahnya pada acara Buka Puasa Bersama di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (18/9).<>
Kiai Masyhuriābegitu panggilan akrabnyaāmencontohkan kebiasaan umum umat Islam pada setiap Ramadhan yang perilaku konsumsinya berlebihan. Jenis makanan yang dikonsumsi saat Ramadhan jauh lebih mewah dibanding sebelumnya.
āKalau sebelum puasa, misalnya, belanja bulanannya hanya Rp 2 juta. Tapi, saat puasa, bisa jadi Rp 10 juta. Ini kenyataan yang sering kita temui pada saat Ramadhan,ā terangnya.
Perilaku tersebut, imbuhnya, jelas bertentangan dengan semangat dan prinsip berpuasa. āMenurut Imam Ghozali, puasa itu āimsakā. Imsak itu berarti menahan atau mengendalikan, termasuk menahan untuk tidak mengonsumsi berlebihan,ā tandasnya.
Ironisnya, menurut Kiai Masyhuri, terkadang umat Islam menyikapi fenomena tersebut sebagai bentuk gangguan atau godaan dari setan. Padahal, perilaku itu murni merupakan akibat manusia tak dapat mengendalikan hawa nafsunya.
Pendapat itu dibenarkan Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir yang juga hadir pada acara tersebut. Menurutnya, fenomena perilaku umat Islam yang berlebihan saat Ramadhan memang merupakan kenyataan.
āItu terjadi karena manusia terlalu konsentrasi hanya pada urusan syahwat, nafsu. Akibatnya, Ramadhan semakin hari semakin berkurang nilainya. Semakin lama, semakin banyak umat Islam yang āmendekatinyaā (Ramadhan),ā papar Kiai Saifuddin. (rif)
Terpopuler
1
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
2
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
3
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
6
Khutbah Jumat: Meraih Pertolongan Allah dengan Membantu Sesama
Terkini
Lihat Semua