Nahdlatul Ulama menjalankan prinsip keseimbangan dalam membangun relasi dengan pemerintah. Di saat pemerintah mampu membawa amanat rakyat dan pro terhadap kepentingan rakyat, NU mendukungnya. Di kala pemerintah mengesampingkan kebutuhan rakyat, NU bersikap kritis.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU Asad Said Ali tadi pagi. Pernyataan Asad ini merespon media umum yang mengesan NU terhadap pro pemerintah, dan tidak kritis.<>
"NU punya bahasa dan caranya sendiri menghadapi pemerintah. Kami beda dong dengan partai politik dan juga kelompok-kelompok di luar NU, " jelas Asad.
Asad juga merespon pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Sirodj yang dilansir Kompas hari ini. Di koran tersebut, Said mengatakan pemerintah berbohong tidfak layak diucapkan tokoh agama.
"Yang dikatakan Kiai Said sebenarnya adalah penegasan sikap dan cara NU dalam melakukan kritik terhadap pemerintah," tegasnya.
"Perbedaan cara mengkritik ini tidak berarti menihilkan cara di luar NU. NU sebagai organisasi ulama tentu akan menyampaikan kritiknya sesuai dengan bahasa ulama," ungkap Asad.
"Catat ya, Kiai Said tidak sedang menafikan apa yang dilakukan pihak lain, apalagi kelompok-kelompok agama yang beberapa hari lalu kumpul di kantor Muhammadiyah itu sebagian kader NU," tegasnya. (hh)
Terpopuler
1
Khutbah Shalat Istisqa: Memohon Hujan, Ampunan, dan Rahmat Allah
2
Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove untuk Perkuat Pencegahan Karhutla
3
Hukum Mengisi Absensi Teman yang Tidak Masuk Kerja
4
Hukum Shalat di Atas Sajadah Bergambar dan Berwarna Mencolok
5
Indonesia dan Sejumlah Negara Walk Out Saat Netanyahu Naik Mimbar Majelis Umum PBB
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ngarep-arep Tumurune Udan kelawan Nyuwun Pangapuran lan Tetulungan
Terkini
Lihat Semua