Panas Menyengat 50 Derajat, Kebutuhan Zamzam Meningkat
NU Online · Selasa, 2 Agustus 2011 | 09:19 WIB
Haramain, NU Online
Rakyat Arab Saudi mengawali Ramadan 1432 Hijriyah, Senin (1/8) kemarin, di bawah suhu udara 50 derajat Celsius dan waktu puasa di musim panas yang lebih panjang dari musim dingin. Untuk mengantisipasi suhu sepanas itu, Badan Urusan Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah telah menyediakan air zamzam yang cukup ke kedua masjid suci itu.
"Suplai air zamzam untuk memenuhi kebutuhan jamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pada waktu buka puasa hingga sahur akan meningkat tajam akibat tingginya suhu udara di musim panas ini," kata Direktur Pengelola Air Zamzam, Abdul Muhsin Bin Hamid, seperti dikutip suratkabar Al-Ahram, akhir pekan kemarin. <>
Pengelola menyediakan 250 ribu tempat penampungan air di kedua masjid suci itu. Satu tempat penampungan air zamzam berisi 800 liter atau total persediaan berkisar 143 ribu meter kubik air zamzam.
Badan Meteorologi dan Geofisika Arab Saudi dalam laporannya menyatakan suhu udara di awal Ramadan itu mencapai 50 derajat selsius di waktu siang dan berkisar 38 derajat di malam hari.
Siang hari di musim panas di negara itu menjadi lebih panjang, sehingga lama puasa berkisar 17 jam mulai imsak (batas makan dan minum) pada pukul 02.45 dan hingga buka puasa berkisar 19.45 waktu setempat.
Mahkamah Tinggi Arab Saudi dalam sidang isbatnya Sabtu malam menetapkan bahwa hilal belum terlihat di ufuk Sabtu sore sehingga bulan Syaban digenapkan 30 hari dan puasa mulai hari Senin, 1 Agustus 2011.
Redaktur :Â Syaifullah Amin
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
5
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
6
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
Terkini
Lihat Semua