Parlemen Negara Islam Siapkan Deklarasi tentang Perempuan
NU Online · Sabtu, 28 Januari 2012 | 06:12 WIB
Palembang, NU Online
Parlemen negara Islam anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sepakat untuk menyiapkan deklarasi soal perempuan. <>
"Jadi, akan lahir dua deklarasi, yakni mengenai perempuan dari perempuan anggota parlemen negara-negara Islam, dan Deklarasi Palembang," kata anggota Komisi I DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf, Jum'at (27/1).
Menurut Nurhayati, dalam pertemuan yang berlangsung di Palembang pada 24-31 Januari dibuat sesi konferensi anggota parlemen perempuan Muslim. Ini, lanjut Nurhayati, memang atas inisiatif Indonesia.
Â
"Ketika saya datang ke Uganda dan masuk menjadi standing committee woman, social and culture, saya satu-satunya perempuan, dan kemudian ada pemilihan 'chairperson', sehingga saya terpilih," ujar anggota Fraksi Partai Demokrat itu pula.
Ia menegaskan, untuk pertama kalinya standing committee itu terdapat perempuan yang juga dipimpin oleh perempuan. Dari sanalah, terus mempelopori adanya perempuan di parlemen negara-negara Islam dalam dua tahun perjalanan, dan ketika di Indonesia dilaksanakan pertemuan khusus perempuan parlemen negara Islam anggota OKI itu, ujar dia lagi.
Dia mengemukakan, tanggapan dari para perempuan peserta pertemuan itu sangat positif, karena baru pertama kali mendapatkan undangan untuk hadir dalam Konferensi Parlemen negara-negara Islam ini.
Ia menuturkan, biasanya di negara-negara lain ketika dilaksanakan pertemuan parlemen negara-negara Islam tidak ada anggota parlemen perempuan yang hadir, tetapi ini banyak sekali yang hadir dan merupakan sebuah prestasi. "Mereka sangat antusias, dan juga berkali-kali mengatakan, perempuan Indonesia menjadi contoh dan mereka bangga sekali," kata dia.
Nurhayati menginginkan, perempuan di parlemen negara-negara Islam itu lebih berkembang dan menjadi bagian dari standing committee parlemen negara-negara Islam.
Redaktur: Syaifullah AminÂ
Terpopuler
1
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
2
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
3
War Haji, Jalan Pintas yang Berpotensi Sengketa
4
MBG dan Larangan Pemborosan dalam Islam
5
Ketua Umum PBNU Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Harap Berlangsung Permanen
6
PBNU Soroti Wacana War Tiket Haji, Harus Dikaji Matang, Tekankan Aspek Keadilan Jamaah
Terkini
Lihat Semua