PBNU Minta Kontroversi Jangan Diperpanjang
NU Online · Sabtu, 25 Februari 2006 | 13:31 WIB
Jakarta, NU Online
Pro dan kontra seputar Rancangan Undang-undang (RUU) Anti-Pornografi dan Pornoaksi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada DPR.
“Itu kewenangan DPR. Kalau mau disahkan, ya segera disahkan. Kalau mau ditutup, ya silakan dan jangan diperpanjang lagi,” terang Ketua PBNU Masdar F Mas’udi saat hadir sebagai salah satu narasumber pada dialog tentang RUU Anti-Pornografi dan Pornografi di Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, Sabtu (25/2)
<>Selain Masdar, hadir juga sebagai narasumber pada acara yang digelar oleh PB PMII itu, Angelina Sondakh (Anggota DPR-RI), Ni Gusti Ayu Eka Sukmadewi (Anggota DPR-RI), Inul Daratista (Artis) dan Ratna Sarumpaet (Seniman).
Namun demikian, Masdar mengingatkan bahwa RUU tersebut bukanlah hal yang utama. Yang lebih penting bagaimana produk hukum yang dibuat tersebut dapat diimplementasikan. Pasalanya, ia melihat selama ini banyak produk hukum yang dibuat, namun tidak ada upaya menjalankannya dengan serius.
“Banyak aturan hukum dibuat, tapi tidak dijalankan. Sekarang yang terpenting adalah menegakkan hukum yang sudah ada itu. Jangan, hukum yang sudah ada itu ditambahi dan ditambahi lagi. Sementara, hukum yang sudah ada belum dijalankan,” terang Masdar.
Pada kesempatan itu pula, Masdar meminta kepada semua pihak, terutama DPR, agar tidak memperpanjang pro dan kontra soal pornografi tersebut. “Jangan kontrversi itu diperpanjang,” tandasnya. Menurutnya, masih banyak persoalan bangsa ini yang memerlukan perhatian lebih serius dan harus segera diselesaikan. (rif)
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua