PBNU: Peringatan Hari Korupsi Tak Boleh Seremonial
NU Online · Sabtu, 11 Desember 2010 | 05:40 WIB
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj berharap agar momentum peringatan hari anti korupsi sedunia yang selalu digelar tiap tahun tidak sekedar menggelar acara-acara yang sifatnya serenomial sesaat.
“Sebagian dari penyebab kegagalan pemberantasan korupsi karena banyak kegiatannya sekedar seremonial saja,” katanya.<>
Upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan secara sistematis, dengan menumbuhkan kesadaran, pencerahan dan pemberian hukum yang seadil-adilnya bagi para koruptor yang telah merugikan negara luar biasa.
Kang Said juga berharap agar pemerintah tidak apriori memandang gerakan anti korupsi yang dilakukan oleh masyarakat karena ini menunjukkan kepedulian terhadap penyakit sosial yang sudah kronis ini.
“Setiap ada suara, gerakan, pendapat yang menyampaikan anti korupsi harus diterima dengan baik, ini kejahatan yang luar biasa, seharusnya pemerintah berterima kasih atas masyarakat yang menyuarakan kebenaran,” tandasnya. (mkf)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Rezeki Sudah Ditakar, Tak Akan Tertukar
2
Khutbah Jumat: Hikmah Mengingat Kematian dalam Islam
3
Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU, Pesantren Tambakberas Gerak Cepat Siapkan Fasilitas
4
Kiai Zulfa: Yang Sudah Jadi Pejabat dan Menteri Tak Perlu Dipaksa Mimpin NU
5
Khutbah Jumat: Keluarga sebagai Madrasah Pertama
6
Khutbah Jumat: Jangan Gadaikan Kejujuran demi Kepentingan Dunia
Terkini
Lihat Semua